AMBON, Siwalimanews – Untuk mengantisipasi ting­gi­nya harga bawang merah di pasaran, Kementerian Perta­nian (kementan) memfasilitasi pendistribusian 10 ton ba­wang merah ke Kota Ambon

“Masuknya 10 ton ba­wang merah yang dibantu oleh Kementerian Pertanian diharapkan mampu menekan, tinggi­nya harga bawang merah menjadi Rp. 50 ribu/kg,” jelas Kepala Dinas Keta­hanan Pangan Maluku, Lutfi Rumbia kepada Siwalima, Minggu (21/6).

Lonjakan harga bawang merah di Maluku, kata Rumbia, diakibatkan stok yang masuk dari pulau Jawa sedikit. Untuk itu pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan koorinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan distributor bawang merah, Dua Putra mendatangkan bawang merah dari Probolinggo, Jawa Timur.

“Bawang sudah tiba di Ambon pada hari Jumat (19/6) sebanyak 10 ton dan langsung didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Ambon,” terang Rumbia.

Dengan masuknya 10 ton bawang merah ini, Rumbia berharap, bisa menekan tinggi harga bawang di pasaran. “Memang kita akui bawang merah harganya cukup tinggi, na­mun ma­suknya 10 ton saya berharap harga­nya bisa ditekan,” harapnya.

Baca Juga: 14 ABK Tug Boat Jalani Rapid Test di Aru

28 Ton Bawang

Diberitakan sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku bekerja sama dengan salah satu distributor mendistribusikan, 28 ton bawang merah dari luar Maluku.

“Tadi siang telah didatangkan 28 ton bawang merah dari Kota Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak dua kontainer,” jelas Kadis Ketahanan Pangan Maluku, Lutfi Rumbia, kepada Siwalima di kantor Gubernur Maluku, Senin (11/5).

Rumbia menjelaskan, tingginya harga bawang merah di pasar tradisional di Maluku karena minim­nya pasokan dari sentra produksi bawang merah.

“Harga bawang merah cukup tinggi mencapai 48 ribu sampai 60 ribu perkilo gram,” ujarnya.

Untuk menekan tingginya harga bawang, Pemprov Maluku melalui Dinas Katahanan Pangan bersama Badan Ketahanan Pangan Kemente­rian Pertanian, bekerja sama dengan distributor yaitu UD. Dua Putra.

Kata dia, UD Dua Putra selama ini yang menjadi distributor bawang merah untuk dipasok ke pasar-pasar tradisional di Maluku.

“Jadi mereka (distributor) membeli bawang merah dari Enrekang, Sulsel dan Pemprov Maluku dan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menanggung seluruh biaya distribusi atau transportasi dari Enrekang ke Makassar, dan dari Makassar Ambon,” jelasnya.

Dengan jumlah 28 ton bawang merah yang masuk, diharapkan bisa menstabilkan harga bawang merah.

“Kami harapkan 28 ton bisa menstabilisasi pasokan dan harga ditingkat konsumen bisa turun dari harga saat ini atau masyarakat dapat membeli bawang merah dengan harga yang lebih merah,” pungkas Rumbia. (S-39)