Kemenpora Nilai Maluku Minim Atlet Berprestasi

AMBON, Siwalimanews – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menilai Maluku saat ini minim atlet berprestasi. Pengem­ba­ngan atlet Maluku kian menurun. Alhasil pestasi atlet ikut merosot.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Iptek Olahraga pada Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Yunus Mu­hammad  kepada wartawan di sela-sela workshop pembinaan atlet jangka panjang yang berlangsung di Swiss Belhotel, Senin (4/11).

Menurutnya, dari beberapa ca­bang olahraga andalan seperti tinju, atletik bahkan dayung, atlet Maluku yang berada di pelatnas sangat minim, padahal di era tahun 1980 orang selalu mengenal tinju dan atletik itu semua dari Maluku.

“Maluku sejak dulu dikenal de­ngan tiga cabang olahraga yang membanggakan yakni atletik, tinju dan dayung,. Tahun 80-an itulah yang paling top dari Maluku tetapi sekarang kok hilang. Ini kesalahan apa, apakah kesalahan dari pembi­naan atau kah kesalahan program, kami dari Kemenpora tidak tahu,” jelas Yunus.

Yunus mengaku, disetiap even nasional maupun internasional, ada yang kurang apabila tidak ada keterwakilan atlet dari Maluku di beberapa cabang olahraga.

“Saya terus terang karena ini ba­gian dari olahraga, saya ingin me­lihat Maluku ini bangkit lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Yunus.

Ia mengkisahkan, dulu yang tinju di Senayan itu pasti Maluku tetapi sekarang sudah tidak lagi terlihat. Selain itu dari pengamatan kemen­terian, di PON XIX Jawa Barat, atlet Maluku yang bertanding pun sedikit dan itu pada cabor tertentu saja.

“Kita lihat kok atlet Maluku kaya gini, cuma beberapa atlet yang yang bisa meraih sukses. Bahkan di pelatnas dari cabor atletik, Maluku kalau tidak salah hanya ada dua orang. Paadahal dari postur tubuh dan pola hidup sangat mendukung dari Maluku,” tandasnya.

Olehnya tambah Yunus, Kemen­pora melaksakana workshop di Maluku dengan tujuan membangkit­kan kembali olahraga di Maluku. “Kenapa Maluku yang kita pilih, karena kita ingin atlet Maluku ini bangkit. Mungkin selama ini ada yang salah harus kita luruskan dan ada yang tidak betul kita benarkan agar Maluku bisa berprestasi kembali,” pinta Yunus.

Mengenal baik para pelatih olah­raga dari Maluku katanya menjadi modal bagi Yunus untuk mengenal lebih dekat program dan pola pem­binaan atlet di Maluku. “Saya terus terang dekat dengan orang Maluku, jadi bagaimana kita update lagi pengetahuan mungkin sudah lama, apa salahnya kita perbaiki sehingga atlet Maluku bisa kembali bersinar,” ujar Yunus.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dalam sambu­tan­nya yang dibacakan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Ma­luku, JA Adriaansz mengatakan, untuk memajukan prestasi atlet di Maluku perlu dilakukan pembinaan sejak dini.

Pembibitan sejak dini katanya melalui program pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan dengan konsep yang tepat menjadi sebuah tuntutan dan kebutuhan olahraga prestasi dewasa ini.

“Pembinaan prestasi sejak awal perlu dikelola dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip pembinaan jangka panjang sebab pembibitan olahraga merupakan sebuah tahap penting dan menjadi pondasi struk­tur untuk menjadi olaragawan,” kata Adriannsz.

Oleh sebab itu model pembinaan prestasi bagi para atlet perlu di ubah. Jika selama ini sasarannya jangka pendek, metode pembinaan prestasi harus diubah menjadi jangka panjang. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *