Kemenag RI Kucurkan Rp 2 M Bantu Bangun Rumah Ibadah

ASN Kemenang Maluku Dapat Rp 1,120 M

AMBON, Siwalimanews – Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI memberikan bantuan sebesar Rp 2 miliar yang dikhususkan bagi bangunan rumah ibadah baik gereja maupun masjid yang rusak pasca gempa, trauma healing serta kebutuhan lainnya.

Bantuan untuk tempat ibadah diberikan langsung dari Bimas Kristen, karena mereka memiliki bantuan yang diperuntukan kepada umat Kristen lebih besar, sehingga bisa dapat disalurkan kepada tempat-tempat ibadah yang rusak akibat gempa.

“Kita juga berikan terima kasih kepada Dirjen Bimas Pak Kristen Thomas Pentury, karena melalui DIPA dianggaran tahun ini langsung dialokasikan kesini, karena memang untuk Bimas Kristen bantuan-bantuan kepada masyarakat uat Kristen lebih banyak sehingga bisa bergabung untuk melakukan penyaluran bantuan,” ungkap Sekjen  Kemenag RI Nur Kholis Setiawan saat menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di aula Balai Diklat Keagamaan Ambon, Jumat (4/10).

Dikatakan selain bantuan bagi tempat ibadah, pihak Kementerian Agama juga memberikan bantuan dana tali kasih sebesar Rp. 1.120 miliar bagi ASN Kemenag Maluku yang menjadi korban gempa di daerah ini. Dengan demikian total dana bantuan dari Kemenag RI bagi korban bencana gempa di Maluku sebesar Rp 3,2 miliar.

“Bantuan ini merupakan himpunan dari rasa empati ASN kemenag seluruh Indonesia, yang di kumpulkan pada saat gempa NTT maupun Palu, karena masih ada dana yang tersisa, maka kami salurkan untuk gempa di Ambon,” ungkapnya.

Dikatakan, bantuan yang disalurkan difokuskan kepada ASN Kemenag yang telah mengalami gempa, baik yang meninggal dunia, rumahnya rusak maupun yang menderita luka-luka.

“Jadi ini adalah bantuan dari ASN, maka tentu peruntukannya yang pertama untuk ASN, yang terkenal dampak, apakah itu meninggal, luka, dan rumahnya rusak,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menambahkan, bantuan yang mereka berikan sudah langsung diserahkan ke Kemenag Maluku untuk dikelola. Bagi tempat ibadah, akan lebih difokuskan kepada bangunan ibadah yang mengalami rusak berat.

“Berdasarkan data, untuk tempat ibadah yang rusak itu ada 48 unit, tentu kita akan lihat dan prioritas kalau bangunan rusak berat, maka kami akan peruntukan terlebih dahulu,” jelas Pentury.

Sedangkan menyangkut dengan trauma healing, tambah Pentury, program itu akan dilakukan pendekatan rohani, sehingga dengan begitu dapat mengembalikan phsikologi para korban bencana.(S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *