Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Dobo

Pasien Beli Oksigen Sendiri

DOBO, Siwalimanews – keluarga pasien yang sementara menjalani rawat nginap pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cenderawasi Dobo mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit tersebut.

Bagaimana tidak, stok oksigen pada RSUD Dobo saat ini habis alias kosong, alhasil keluarga pasien yang membutuhkan oksigen terpaksa harus membeli oksigen dari luar untuk membantu keluarganya yang sakit.

Salah satu keluarga pasien yang ditemui Siwalimanews, mengaku terpaksa harus membeli oksigen dari luar karena di rumah sakit tidak ada oksigen.

“Untungnya kita masih dapat oksigen dari laur rumah sakit, kalau tidak, kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan keluarga kita yang di rawat apalagi dia masih berumur satu tahun lebih,” tandasnya.

Direktur RSUD Cenderawasih Dobo, dr Wati yang dikonfirmasi Siwalimanews terkait dnegan kekosongan stok Oksigen ini mengakuinya, bahwa berdasarkan laporan dari stafnya bahwa stok oksigen mengalami kekososngan.

“Saya baru dilantik sebagai Direktur RSUD dan saya dapat laporan bahwa alat pengola oksigen sudah rusak sejak bulan April 2019 lalu. Ketika diperbaiki hanya dapat di gunakan selama dua bulan kemudian dari bulan Juni hingga kini sudah tidak dapat di pakai lagi,” ungkapnya.

Untuk memenuhi hal tersebut, kata Wati, pihak RSUD Cenderawasi selalu membeli dan mendatang oksigen dari Kota Tual untuk memenuhi kebutuhan pasien disini. Namun, beberapa minggu terakhir ini pihaknya kesulitan terkait dengan proses pengiriman, karena sudah tidak bisa dikirim melalui kapal Pelni lagi, namun harus melalui kapal perintis.

“Kondisi inilah yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan oksigen di RSUD Cenderawasih Dobo sekarang ini,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan alat pengelola oksigen yang rusak kata Wati, pihaknya sudah menyampaikannya ke DPRD Aru ketika pembahasan anggaran perubahan dan saat itu sudah diterima.

Saat ini proses lelang akan dijalankan dan diharapkan dalam akhir tahun ini, alatnya sudah bisa dipakai karena ini bersifat prioritas.

“Saya sudah koordinasi dengan pak sekda bersama kepala ULP untuk proses lelangnya dilakukan secara cepat dan syukur, itu terjawab dengan baik, oleh pa sekda maupun pihak ULP. (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *