AMBON, Siwalimanews – Kekurangan fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas pembantu masih minim di Kabupaten Buru Selatan, sehingga menjadi keluhan warga masyarakat di kabupaten tersebut.

Keluhan warga terkait kekurangan fasilitas kesehatan ini disampaikan masyarakat langsung kepada anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Michelle Tasane saat melakukan pengawasan di kabupaten itu.

Kekurangan maupun peningkatan fasilitas pustu kata Tasane, menjadi salah satu tanggung jawab dan prioritas pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati Safitri Malik Solisa dan Wakil Bupati Gerson Selsili lima tahun kedepan.

“Pemerintah Kabupaten Buru Selatan harus menempatkan fasilitas-fasilitas kesehatan bagi masyarakat dan ini harus menjadi prioritas utama, disamping penyelenggaraan tugas pemerintahan lainnya,” tegas Tasane.

Menurutnya, masyarakat Buru Selatan yang sebagian besar berada di desa-desa terpencil dan terisolasi, saat ini membutuhkan intervensi pemerintah daerah, dengan menyediakan fasilitas kesehatan, termasuk tenaga kesehatan yang memadai.

Baca Juga: Isu Lintas Batas Perikanan Jadi Kajian Pemerintah Pusat

Tasane mencontohkan untuk Desa Waituren Kecamatan Leksula, memang telah tersedia fasilitas kesehatan pustu, namun kondisi fasilitas ini sudah tidak lagi baik, bahkan tenaga kesehatannya pun bekerja tidak maksimal lagi.

“Akibatnya, ketika ibu-ibu yang hendak melahirkan terancam meninggal, lantaran  fasilitas kesehatan yang sangat sulit didapat, padahal negera harus menjamin kehidupan masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil dan terisolir,”cetusnya.

Politisi Partai Golkar Maluku ini, meminta Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk menjawab keluhan warga, dan serius menyediakan fasilitas kesehatan, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.(S-20)