Kebutuhan Pokok Jelang Natal & Tahun Baru Aman

AMBON, Siwalimanews – Memastikan stok kebutuhan po­kok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru aman, Kemen­terian Perdagangan memantau pasar Mar­dika dan sejumlah swalayan di Ambon, Kamis (5/12).

Pemantauan dilakukan Kepala Badan Pengkajian dan Pengem­ba­ngan Perdagangan  Kemendag Ka­san Muhri bersama beberapa staf. Mereka didampingi Sekda Maluku Kasrull Selang, Kadisperindag Maluku Elvis Pattiselanno, Kepala Disperindag Kota Ambon Pieter Leuwol, dan Driver Perum Bulog Maluku Malut.

Beberapa tempat didatangani yaitu Pasar Mardika, Hypermart Maluku City Mall, gudang distributor bahan pokok CV Gema Rejeki, dan gudang Perum Bulog.

“Hasil pantauan menunjukkan harga bahan pokok di Maluku, khususnya Ambon aman terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal  dan Tahun Baru. Namun demikian, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan,” kata Kasan Muhri, kepada wartawan.

Berdasarkan pantauan di pasar Mardika, beras medium dijual de­ngan harga Rp11.000/kg-Rp12.000/kg, beras premium Rp13.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg-Rp14.000/kg, minyak goreng kemasan merk Fortune dan Bimoli Rp11.000/liter-Rp12.000/liter.

Kemudian tepung terigu Rp9.000/kg-Rp12.000/kg, daging sapi Rp100.­000/kg, daging ayam Rp34.000/kg-Rp­36.000kg telur ayam Rp25.600/kg-Rp27.200/kg, cabe merah keriting Rp25.000/kg-Rp27.­000/kg, cabe merah besar Rp25.000/kg, cabe rawit merah Rp25.000/kg- Rp30.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg-Rp40.000/kg, dan bawang putih Rp32.000/kg-Rp35.000/kg.

Selain memantau harga dan pa­sokan kebutuhan pokok,  juga dila­kukan rapat koordinasi daerah  yang berlangsung di Marina Hotel.

Menurut Kasan Muhri, menjelang Natal dan Tahun Baru, biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pokok, yang dapat berdam­pak pada kenaikan harga. Untuk itu, perlu dilakukan langkah antisipasi khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal serta daerah penyumbang inflasi tinggi.

“Salah satunya, dengan mening­kat­kan sinergi dan koordinasi de­ng­an pemerintah daerah,” ujar Kasan.

Saat rapat koordinas Kasan meng­imbau pemerintah daerah bersiap menghadapi potensi kenaikan per­mintaan bahan pokok serta mencer­mati kondisi cuaca kemarau panjang. Hal ini dilakukan dengan memantau dan melaporkan perkembangan harga harian, khususnya beras secara intensif di pasar pantauan.

Berikutnya, pemerintah daerah dihimbau untuk memantau dan melaporkan hambatan distribusi bahan pokok, seperti kerusakan jalan atau hambatan lain yang dapat mengganggu kelancaran distribusi.

“Pemerintah daerah juga diharap­kan dapat mengambil langkah-langkah koordinatif untuk mensta­bilkan harga bila terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran,” tan­das Kasan.

Pemerintah daerah, kata Kasan, harus meningkatkan koordinasi antar instansi di daerah untuk me­mastikan ketersediaan bahan pokok melalui operasi pasar dan pasar murah di lokasi-lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah.

“Pemerintah daerah juga harus memastikan pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan mengimbau pelaku usaha untuk tidak menimbun barang dalam rangka spekulasi. Dalam melakukan pengawasan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kerja sama dengan satgas pangan,” katanya.

Sementara Sekda Provinsi Ma­luku, Kasrul Selang mengatakan, stok bahan pokok aman menjelang Natal dan Tahun Baru dan harga masih stabil

“Tadi kita sudah tinjau harga pasar, dan harganya masih dalam kondisi yang stabil. Artinya stok kita dalam keadaan yang cukup banyak,” jelas Selang. (S-40)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *