AMBON, Siwalimanews  – Kasus positif corona bertambah lagi menjadi tiga orang. Hasil uji Laboratorium Kementerian Kese-hatan, salah satu pasien dari Saparua, Kabupaten Malteng positif terpapar virus mematikan ini.

Wanita berumur 44 tahun itu selanjutnya disebut pasien kasus 03. Sebelumnya ia dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test. Suami dan seorang anak perempuannya juga positif berdasarkan hasil rapid test.  Namun hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) spesimen keduanya dari Laboratorium Kementerian Kesehatan belum keluar.

Pasangan suami istri dan anaknya itu, masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr. FX Suhardjo Lantamal IX, Ambon.

“Kita pastikan satu pasien rujukan dari RSUD Saparua dengan jenis kelamin perempuan dinyatakan sebagai pasien 03 setelah hasil PCR kita terima dari Badan Litbang Kementerian Kesehatan,” jelas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan di kantor  Gubernur Maluku, Rabu (8/4).

Kasus positif corona pertama di Maluku diidap oleh warga Bekasi, Jawa Barat. Setelah dirawat di RSUD dr M. Haulussy, ia sembuh, dan sudah kembali ke daerah asalnya.

Baca Juga: 23 Sepeda Motor Terjaring Operasi Balap Liar Dilepas<p><span style='font-size:14px;'>58 Unit Masih Ditahan</span></p>

Sedangkan pasien kasus 02 kini dirawat di  Rumah Sakit Tentara Tingkat II dr. J.A. Latumeten Ambon.

“Pasien 03 sudah kita isolasi dan diawasi ketat selama perawatan. Dengan demikian jumlah pasien yang terpapar sampai dengan hari ini menjadi tiga orang,” kata Kasrul.

Untuk mencegah penyebaran, kata Kasrul, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Kabupaten Malteng, Abua Tuasikal guna melakukan tracking atau rekam jejak perjalanan pasien 03. “Kita sudah lapor ke bupati untuk segera lakukan tracking sesuai protap,” tandas Kasrul.

Kasrul juga menjelaskan, hasil PCR spesimen dua pasien rujukan dari RSUD Saparua, belum keluar. “Kalau yang laki-laki dan anaknya hasil labnya belum keluar, karena kita kirim ke Badan Litbang Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Sementara kondisi pasien kasus 02, kata Kasrul,  sudah semakin baik. Ia berharap wanita 74 tahun itu,  secepatnya sembuh. “Sudah membaik kondisi pasien 02, semoga sembuh seperti pasien 01 asal Bekasi,” harapnya.

ODP Bertambah

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Maluku terus bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Meykal Pontoh mengungkapkan, sampai dengan Rabu 8 April pukul 12.00 WIT, jumlah ODP di Maluku sebanyak  158 orang.

Pontoh merincikan di Kota Ambon, jumlah ODP sebanyak 57 orang, Kabupaten Maluku Tengah 3 orang, Kabupaten SBB 17 orang, Kabupaten SBT 2 orang, Kabupaten Buru 57 orang, Kabupaten Bursel 3 orang, Kota Tual 4 orang, Kabupaten Malra 2 orang, Kabupaten Kepulauan Aru 7 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 6 orang

Sebelumnya pada Selasa, 7 April hingga pukul 12.00 WIT jumlah ODP di Maluku 157 orang.

Sedangkan PDP tetap 17 orang. Masing-masing tujuh orang di Kota Ambon, empat orang di Kabupaten Maluku Tengah, tiga orang Kota Tual, satu orang di Kabupaten Maluku Tenggara dan dua orang di Kabupaten Kepulauan Aru.

“PDP tetap. Tujuh orang dari Kota Ambon, empat orang di Kabupaten Maluku Tengah, dua orang di Kabupaten Kepulauan Aru, tiga orang di  Kota Tual  dan satu orang di Kabupaten Malra,” jelas Pontoh. (S-39/S-35)