AMBON, Siwalimanews – Ketua Harian Satgas Pena­nga­nan Covid -19 Pro­vinsi Maluku, Kas­rul Selang  meminta  penyuluh agama Ke­menterian Aga­ma (Kemenag) Pro­vinsi Maluku mem­bantu pemerintah daerah sosiali­sasikan pentingnya pemberian vaksin Covid-19.

Kasrul mengaku hal itu penting lantaran maraknya informasi hoax yang beredar di masyarakat terkait  vaksinasi Covid-19 yang kini men­jadi salah satu upaya peme­rintah untuk memutus rantai  penyebaran Covid-19.

“Informasi mengenai vaksin ini kan bermacam-macam yang ber­kembang di masyarakat. Vaksin belum tiba saja, hoaxnya sudah dimana-mana. Ada yang suntik kemudian meninggal dan lain se­bagainya,” ungkap Kasrul saat mem­bawa materi pada kegiatan sosia­lisasi dan pembekalan penyuluh agama program sosialisasi vaksinasi Covid 19 dan perubahan perilaku yang merupakan kerja sama Satgas Covid 19 Provinsi Maluku dan Kanwil Kemenag Provinsi Maluku di aula Kanwil Depag Provinsi Maluku, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, peran penyuluh agama dianggap strategis, karena berada dan langsung berhadapan dengan masyarakat serta mempu­nyai wilayah binaan.

“Kami butuh tenaga penyuluh untuk membantu memberikan pe­mahaman kepada masyarakat me­ngenai pentingnya vaksinasi seba­gai upaya memutus rantai penye­baran covid 19,” ujarnya.

Baca Juga: Mitan Langka di Ambon, Diduga Ada Penimbunan

Kasrul mengajak seluruh kompo­nen masyarakat di Provinsi Maluku untuk turut bersama pemerintah daerah membangun kesadaran dan kesiapan agar program vaksinasi ini bisa berjalan lancar.

“Pelaksanaan pemberian vaksin yang   akan dilakukan secara berta­hap ini bukanlah hal yang mudah, sehingga kami butuh peran serta dan dukungan positif dari seluruh masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, terkait pena­nganan Covid-19, Sekda Maluku ini juga berharap agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

“Tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dan men­jaga jarak,” tandas Kasrul.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Jamaluddin Bugis saat  memberikan arahan, berharap jajaran Kemenag Provinsi Maluku khususnya penyuluh agama agar bisa berperan aktif menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberi­kan pencerahan secara positif kepada masyarakat terkait program pemberian vaksin covid 19 ini.

“Di medsos sudah banyak isu yang beredar, bahwa vaksin itu sangat berbahaya. Disini, perlu peran penyuluh agama sebagai garda terdepan mengambil langkah cepat untuk dapat menepis isu-isu menyesatkan tersebut,” ungkap Jamaluddin.

Olehnya itu, dirinya sangat ber­harap kepada seluruh penyuluh agama dan Kantor Kemenag di seluruh kabupaten/kota di Maluku dapat bekerjasama dengan pemerin­tah daerah masing-masing, melaku­kan sosialisasi di lingkungan masyarakat setempat.

“Kita harus bergerak cepat untuk mensukseskan program vaksinsi covid 19 sebagai upaya bersama memutuskan rantai penyebara covid 19 di Maluku,” tandas Jamaluddin.

Selain Ketua Satgas Covid 19 Provinsi Maluku yang menyampai­kan materi pada kegiatan pembe­ka­lan, Kepala Dinas Kesehatan Pro­vinsi Maluku, Maykal Pontoh juga menyampaikan materi tentang program vaksinasi dan implementasi­nya. Turut hadir mengikuti kegiatan sosialisasi, pejabat unit eselon III/IV Kanwil Kemenag Maluku dan sejumlah pimpinan lembaga keagamaan. (S-39)