AMBON, Siwalimanws – Kepala Dinas Koperasi (Dis­kop) Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Ambon, Marthen Kailuhu berharap pencairan dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM diperpan­jang.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya tidak dapat meng­eksekusi pembayaran kerena diatur langsung dari pusat se­hingga dirinya berharap pro­ses tersebut dapat tersele­saikan dengan cepat sebelum nantinya akan dikenbalikam ke kas negara.

“Kami tetap berupaya su­paya itu tetap dilaksanakan namun kalau bisa diperpan­jang,” papar Kailuhu kepada Siwalima di Marina Hotel, Salasa (16/2).

Dirinya mengungkapkan, bagi masayarakat yang sadar memiliki nama yang tercatat sebagai penerima untuk segera mengambil haknya di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Yang punya nama sudah ada diambil, kalau tidak akan di­kembalikan ke kas negara” tandasnya.

Baca Juga: Tangani Lalin, Load Factor Dibuat Dishub

Untuk diketahui data per tanggal 8 Februari, sebanyak 70,64 persen telah melakukan pencairan. Jumlah ini mengalami peningkatan penyaluran sebanyak 9,76 persen. Sementara itu untuk tanggal 18 Februari ditargetkan 90 persen penyaluran dilakukan.

Tinggal Dicairkan

Seperti yang diberitakan sebelum­nya, sebanyak 7.321 penerima ban­tuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon siap dicairkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, Marthin Kailuhu me­ngatakan, saat ini untuk para pene­rima uang telah terverifikasi datanya sudah berada di Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang langsung disalur­kan oleh Kementerian Koperasi Usaha Kecul Menengah (Kemenkop UKM) RI.

“Sudah bisa dilselesaukan, sebab itu data-data sudah disampaikan ke desa/kelurahan agar orang yang ada namanya segera ke BRI untuk pencairannya di tahun 2021,” ujar Kailuhu kepada Siwalima, melalui telephone seluler, Senin (24/2).

Dirinya mengungkapkan, dari dara tang telah dimasukkan ke pusat melalui BRI pihaknya mengusulkan sebanyak 30.013 orang dan yang telah terveri­fikasi sebanyak 23.377. Sementara yang telah dicairkan pertama dan telah dimanfaatkan sebanyak 16.056.

Tersisa 7.321 yang dananya telah diterima BRai, tinggal dicairkan oleh penerima manfaat tersebut, sehi­ngga dimintakan kerja sama dari desa/kelurahan, RT/RW yang warganya terdata menerima bantuan agar dapat dikoordinasikan dan segera dicairkan.

“Tolong cek masing-masing dia pu­nya warganya untuk segera pembe­ritahuan ke mereka dan datang ke BRI karena yang itu kalau sampi tanggal 31 ini tidak hubungi BRI dananya dikembalikan ke negara dengan bauk karena batas waktu pencairan sampah 31 Januari 2021,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan jumlah sisa warga dari 30.013 orang yang telah dikirim datanya ke pusat. Dengan total sisanya sebanyak 6.635, dirinya mengungkapkan sampai dengan saat ini masih menunggu petunjuk resmi dari pusat.

“Susah yang belum terkonfirmasi untuk dapat itu nasibnya bagaimana? Dan kenapa mereka dananya belum keluar? Itu tidak ada konfirmasi sama sekali dari pusat. Karena dara kan kita kirim ke pusat nanti pusat proses dan segalanya nanti mungkin satu dia hari kan pasti ada rapat membicarakan hal tersebut,” katanya. (S-52)