Jembatan di Malra Ambruk, Warga Kesulitan

AMBON, Siwalimanews – Jembatan yang menghu­bung­kan Desa Ohoi Rumadian, Kecamatan Manyeuw dengan Dian Darat Kecamatan Hoat Sorbay Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Sabtu (30/11) ambruk.

Ambruknya jembatan ini membuat aktivitas warga di desa Kecamatan Kei Kecil Barat (KKB) dengan Kecamatan Ma­nyeu lumpuh total. Warga ter­paksa harus menggunakan jalur alternatif lain untuk sampai ke desa masing-masing.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maluku Ismail Usemahu yang dikonfirmasi Siwalima, Minggu (1/12) membenarkan peristiwa itu.

Menurutnya, kejadian ini berawal ketika ada sebuah mobil truk dengan muatan berat melintas di atas jembatan sehingga ambruk.

“Penyebab ambruknya jembatan ini karena usianya sudah tua sehingga tidak kuat lagi menampung banyaknya beban termasuk truk dengan beban muatan yang ba­nyak,” ujar Usemahu.

Setelah mendapatkan laporan kejadian itu, dirinya mengaku kebe­tulan ada petugas Dinas PUPR Maluku yang sementara melakukan pengawasan pembangunan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurutnya petugas dinas, kebetulan berada di sana langsung menuju ke lokasi ambruknya jem­batan, kemudian mengidentifikasi kemudian melaporkan untuk segera dilakukan perbaikan.

“Hasil identifikasi sejumlah rangka baja (bailey) yang rusak parah sehingga harus diganti de­ngan  yang baru dan posisi jembatan miring juga perlu diperbaiki,” jelas Usemahu.

Dinas yang dipimpinya pun telah menyiapkan anggaran yang bersum­ber dari dana darurat tahun 2019 sebesar Rp. 400 juta untuk pena­nga­nan segera.

“Jadi sekarang jembatan ini untuk sementara belum dapat dilalui, karena proses pekerjaan sudah dila­kukan. Targetnya kita akhir tahun sudah bisa dilalui oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan,” ujar Usemahu.

Dirinya mengakui kalau tanggung jawab dari perbaikan jembatan itu sendiri merupakan tugas dari Dinas PUPR Maluku.

“Saya pastikan pasca ambruk, jembatan itu sudah kita perbaiki,” tandasnya.

Kadis Dinas PU Kabupaten Ma­luku Tenggara, Anna Yunus yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (1/12) tidak berhasil. Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun, kepada wartawan disela-sela kunju­ngan di lokasi jembatan ambruk pada Minggu (1/12) mengatakan kondisi jembatan yang sudah dimakan usia menjadi penyebab ambruknya jembatan ini.

“Jembatannya memang sudah tua, dan memang sudah ada rencana oleh pemerintah provinsi agar jem­batannya diperbaiki,” jelas Hanu­bun.

Dikatakannya, ambruknya jem­batan ini, akan berpengaruh pada sektor pariwisata yang merupakan salah satu sektor andalan Pemkab Malra.

“Posisi jembatan sangat repre­sentatif untuk menghubungkan dua daerah, sehingga dengan ambruk­nya jembatan ini akses masyarakat terhambat,  apalagi kita sedangan mengembangkan pariwisata dan jembatan ini akses ke objek wisata yang saat ini sementara dikembang­kan,”jelas Hanubun.

Untuk langkah perbaikan, tambah Hanubun, pihak Pemda akan me­laporkan secara rinci kerusakan jembatan ke Balai Pelaksanan Jalan Nasional wilayah XVI Ambon untuk diteruskan ke pemerintah pusat dengan harapan dapat cepat dita­ngani.

“Diharapkan secepat mungkin ditangani, karena melihat dari ukuran jembatan yang tidak terlalu  panjang sekitar 50 m, maka tidak begitu sulit dan tidak memakan waktu untuk perbaiki. Nanti kita laporkan dan minta  pengertian baik dari Provinsi,” tandas Hanubun. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *