Jalan Leimena Tutup

Aksi Damai Mahasiswa Ambon

AMBON, Siwalimanews – Ratusan mahasiswa Unpatti Ambon melakukan aksi demo menolak RUU KUHP, RUU KPK dan sejumlah RUU lain­-nya, Selasa (24/9).Demo yang dila­ku­­kan mahasiswa Un­patti bersamaan de­ngan aksi maha­sis­­wa lainnya di se­lu­ruh Indonesia.

Aksi ratusan ma­hasiswa yang me­na­makan diri Alian­si Ma­hasiswa Ma­lu­ku sekitar pukul 17.00 WIT ini, sem­pat membuat kema­ce­tan panjang di de­pan kampus Unpatti Poka, karena mereka menduduki ruas Ja­lan dr Leimena.

Sebelum keluar ke ja­lan, mahasiswa be­r­­orasi di depan Fa­kul­­tas Ekonomi. Me­re­ka dipimpin koordi­nator aksi, Wajo.

Mereka menolak RUU KUHP, RUU KPK, RUU Pertahanan, RUU Ketenagakerjaan, dan rencana perombakan 72 UU untuk investasi.

Dalam orasinya, mahasiswa menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di Maluku dan Indonesia secara umum untuk menduduki gedung DPR RI dan DPRD  untuk membatalkan rencana pembahasan dan pengesahan RUU tersebut, serta menuntut presiden mengeluarkan Perpu pencabutan UU KPK dan UU SDA.

Mereka juga menuntut presiden untuk menghentikan izin koorporasi pembakar hutan dan menyelesaikan persoalan Papua secara demokratis.

“Persatuan kawan-kawan akan memberikan dampak persatuan gerakan rakyat di seluruh Indonesia, kami juga menyerukan diadakannya konsolidasi nasional diantara seluruh gerakan rakyat untuk bersama-sama membangun politik alternatif agar masalah yang kita proses di hari ini, tidak diulang oleh oligarki dan sudah saatnya rakyat memilih kekuatan politiknya sendiri,” tegas Wajo.

Wajo meminta kepada DPR RI bertanggungjawab dan segera mencabut draf RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertahanan, RUU Pemasyarakatan dan mengesahkan RUU Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU masyarakat adat.

Wajo juga menyentil pelayanan kesehatan melalui BPJS  untuk dirubah dengan skema pembiayaan ditanggung sepenuhnya oleh negara dan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Aksi mereka kemudian berlanjut ke depan Fakultas KIP. Mereka mengajak mahasiswa FKIP untuk ikut bergabung pada  aksi demo pada 27 September di Kantor DPRD Maluku.

Aksi mahasiswa juga berlanjut ke Fakultas Perikanan. Di Fakultas Perikanan massa mahasiswa cukup besar.

Mahasiswa meminta kepada pimpinan Fakultas Perikanan agar pada 27 September dapat meliburkan aktivitas mahasiswa. Sebab, mahasiswa di seluruh Indonesia akan melakukan aksi demo secara serentak.

Saat bergerak ke depan gedung rektorat, mahasiswa meminta Rektor Unpatti, MJ Saptenno untuk meliburkan aktivitas kuliah pada  27 September.

Mereka kemudian keluar kampus dan melakukan orasi di Jalan Dr Leimena. Kawasan tersebut sempat macet, karena sebagian jalan di diduduki oleh massa.

Personil polisi yang  mengawal aksi mahasiswa, turut dibuat kewalahan untuk mengatur arus lalu lintas.

Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Hariyazie yang dikonfirmasi, mengatakan, aksi yang dilakukan mahasiswa berjalan damai.

“Kita minta back up dari polres dan polda. Karena aksi melibatkan ratusan mahasiswa. Tetapi pengamanan berjalan lancar. Aksi juga tidak sporadis, semua lancar dan kami dapat membubarkan mahasiswa, setelah tuntutan mereka sampaikan melalui orasi,” ujar kapolsek.

IAIN Juga Demo

Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon juga turun ke jalan melakukan aksi demo menolak revisi dan pengesahan UU KPK, RUU KUHP, dan sejumlah RUU lainnya.

Aksi mereka berlangsung di depan Monumen Gong Perdamaian Dunia Ambon.

Dalam aksi yang dipimpin koordinator lapangan, Abdul Hamid Fakaubun itu, mahasiswa IAIN menyampaikan empat poin tuntutan beberapa tuntutan, yaitu meminta pemerintah membatalkan semua RUU yang merugikan masyarakat.

Khusus RUU KPK, mahasiswa menuntut presiden untuk segera mengeluarkan Perpu UU KPK untuk menggantikan UU KPK hasil revisi.

Mereka mengultimaltum DPR RI dan Presiden untuk menghentikan persekongkolan demokrasi yang menghasilkan RUU yang merugikan rakyat.

“Apabila tuntutan kami diabaikan, maka kami akan bergerak secara kolektif menuju pusat untuk mencabut mandat rakyat dari DPR RI dan Presiden,” ancam Fakaubun. (S-32)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *