Jaksa Terus Garap Bukti Korupsi Pastori GPM Waai

AMBON, Siwalimanews – Kejati Maluku masih terus meng­garap bukti-bukti kasus dugaan korupsi pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, Kecamatan Sa­lahutu, Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2017 senilai Rp 900 juta.

Bukti-bukti dibutuhkan untuk menuntaskan kasus yang diduga melibatkan anggota DPRD Pro­vinsi Maluku dari Partai Demo­krat, Wellem Z. Watimena itu.

“Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan, tim sementara me­nggarap bukti-bukti untuk ke­pentingan proses hukum kasus ini lebih lanjut,” kata Asintel Kejati Maluku, Muhammad Iwa Pribawa, kepada Siwalima, Selasa (12/11).

Semula berkas kasus pastori Waai sudah diserahkan ke bagian Pidsus, namun kata Pribawa, dikembalikan lagi ke bagian intel untuk dilengkapi. Namun ia optimis, kasus ini akan tuntas.

“Karena terdapat kekurangan, makanya kasus ini dikembalikan lagi ke intel untuk dilengkapi. Tapi kasusnya tetap diusut hingga tuntas,” ujarnya.

Dibidik Jaksa

Dana bantuan pembangunan Pas­tori IV Jemaat GPM Waai berasal dari hibah Pemprov Maluku tahun 2017 sebesar Rp 900 juta.

Anggaran tersebut dicairkan oleh anggota DPRD Maluku, Wellem Z. Wattimena sebagai bagian dari jatah dana aspirasinya. Setelah dicairkan, anggota Fraksi Demokrat ini tak memberikan dana tersebut ke panitia pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai. Namun diduga ia meng­guna­kannya untuk kepentingan pribadi.

Setelah diperiksa tim intelijen, Wellem memberikan Rp 600 juta kepada panitia pembangunan pas­tori. Namun sisa Rp 300 juta, hingga kini belum diberikan.

“Jadi awalnya anggaran untuk peruntukan pembangunan rumah dinas Pastori IV GPM Waai Rp 900 juta. Tetapi saat mintai keterangan pada minggu lalu, WW telah menge­balikan dana sebesar Rp 600 juta, se­dangkan sisanya Rp 300 juta be­lum dikembalikan,” ungkap sumber itu.

Bungkam

Wellem Wattimena sudah pernah dikonfirmasi soal korupsi dana pem­bangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, yang diduga melibat­kan­nya.  Namun ia enggan berko­mentar.

“Kalau masalah ini, saya tidak mau berkomentar, beta no comment,” tandas Wellem, kepada  Siwalima, Senin (29/7), sambil mematikan telepon genggamnya.

Beberapa kali dihubungi kembali, namun ia enggan mengangkat telepon. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *