Jaksa Panggil 3 Tersangka Korupsi Terminal Transit

AMBON, Siwalimanews – Penyidik Kejati Maluku meng­agendakan pemeriksaan terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek terminal transit Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon Tahun 2008-2009.

Surat panggilan dilayangkan kepada para tersangka, setelah penyidik meng­antongi hasil audit kerugian negara dalam proyek gagal itu dari BPKP sebesar Rp 3,39 miliar.

Sumber di Kejati Maluku menye­but­kan, ketiga tersangka  yaitu John Luc­ky Metubun selaku konsultan pengawas CV Intan Jaya Mandiri, Di­rut PT Reminal Utama Sakti Amir Gaos Latuconsina dan Angganoto Ura, PPTK proyek terminal transit Passo seharusnya diperiksa pada Senin (11/11). Namun karena pena­sehat hukum John Lucky Metubun, Septinus Hema­tang tak hadir sehi­ngga pemeriksaan ditunda hingga Kamis (21/11).

“Sesuai agenda Senin kemarin di­periksa. Tapi pengacara tersangka Lucky Metubun pak Hematang ber­ha­langan hadir, sehingga meminta un­tuk pemeriksaan ditunda hingga Ka­mis,”  kata salah satu staf di Kejati Ma­luku, kepada Siwalima, Selasa (12/11).

Ditanya apakah ketiga tersangka akan ditahan? Staf yang meminta namanya tak dikorankan ini, meno­lak untuk berkomentar, dengan alasan kewenangan jaksa. “Ikuti saja ya. Kalau ditahan, pasti jaksa punya pertimbangan,” ujarnya

Sementara Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette yang di­kon­firmasi mengaku, belum menge­tahui agenda pemeriksaan para tersangka kasus dugaan korupsi proyek terminal transit Passo.

“Maaf, soal agenda pemeriksaan belum kami ketahui. Kalaupun ada agenda pemeriksaan pasti diberita­hukan,” kata Sapulette.

Rugikan Negara 3,3 Miliar

Audit kerugian negara kasus dugaan korupsi proyek terminal transit Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tahun 2008-2009 sudah selesai. Hasilnya sudah diserahkan BPKP kepada Kejati Maluku.

Pihak Kejati Maluku juga meng­akui sudah menerima hasil audit dari BPKP, dan menemukan kerugian negara  sebesar Rp 3,3 miliar.

“Iya hasil audit kerugian negara di kasus transit Passo sudah kami serah­kan ke penyidik. Bahkan sudah kami cross check ke penyidik Kejati Malu­ku, kalau mereka sudah mene­rima hasil auditnya,” kata Korwas Investi­gasi BPKP Maluku, Affandi kepa­da Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (16/10).

Namun Affandi enggan menye­but­kan nilai kerugian negara, de­ngan alasan kewenangan penyidik. “Jadi baiknya ditanyakan saja ke penyidik, terkait besar jumlah keru­gian negaranya,” ujar Affandi.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi menga­ku, hasil audit kerugian negara kasus dugaan korupsi transit Passo yang ditemukan BPKP Maluku sebesar Rp 3,3 miliar

“Benar hasil audit kerugian negara kasus dugaan korupsi transit Passo sebesar Rp 3,3 miliar sudah kami terima dari auditor BPKP Maluku,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Sapulette, pe­nyidik akan menyusun berkas per­kara ketiga tersangka untuk penye­rahan tahap I kepada penuntut umum agar diteliti. “Kalau berkas sudah selesai disusun, diserahkan ta­hap I ke pe­nuntut umum,” jelasnya.

Ditanya soal penahanan Sapu­lette mengatakan, tetap akan dila­kukan setelah berkas para ter­sangka dinya­takan lengkap oleh penuntut umum. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *