Jaksa Ngotot Gerald Tomatala Dihukum 12 Tahun Bui

AMBON, Siwalimanews – Jaksa penuntut umum Kejati Ma­luku tetap pada tuntutan meminta bandar Narkoba, Gherets Tomatala alias Gerald dihukum pidana penjara selama 12 tahun.

Jaksa Silvia Hattu menegaskan, terdakwa Gherets Tomatala alias Ge­rald terbukti  melanggar Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 144 ayat (1) UU No­­mor 35 tahun 2009 tentang Nar­kotika.

“Majelis hakim yang mulia kami tetap pada tuntutan dan meminta majelis hakim menghukum terdak­wa dengan hukuman 12 ta­hun pen­jara atau seberat-beratnya,” tegas Hattu.

Penegasan Hattu ini me­nang­gapi per­mohonan keringanan hukuman yang disampaikan pe­ngacara ter­dakwa, Korneles La­tuny da­lam persidangan Rabu (9/10), di Pengadilan Negeri Ambon.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai, Felix R. Wiusan, didampingi Jenny Tulak dan Syam­sudin La Hasan.

Latuny menilai, tuntutan penjara selama 12 tahun yang diberikan JPU terhadap terdakwa terlalu berat. Pa­da­hal terdakwa berlaku sopan se­lama persidangan, berkata jujur dan mengakui per­buatannya.

“Kami memohon kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini agar mengurangi hukuman klien kami karena tuntutan 12 tahun terlalu berat. Lagipula klien kami sudah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” kata Latuny ketika membacakan pembelaan kliennya.

Usai pembelaan, majelis hakim menunda sidang hingga Rabu (16/10) dengan agenda pembacaan putusan.

Dituntut 12 Tahun

Seperti diberitakan, terdakwa Ghe­rets Tomatala alias Gerald dituntut pidana penjara selama 12 tahun oleh jaksa Kejati Maluku, Selvia Hattu dalam persidangan, Rabu (18/9) di Pengadilan Negeri Ambon.

Selain pidana penjara, pria 33 ta­hun asal Desa Kamariang, Ke­ca­matan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, juga dituntut mem­bayar denda Rp 1 miliar, subsi­der 1 tahun penjara.

Terdakwa Gerald dalam jangka waktu tiga tahun, kembali mela­kukan tindak pidana pengedaran Narkotika Golongan I jenis sabu. Perbuatan­nya melanggar pasal 114 ayat (1) jo pasal 144 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang pembacaan tuntutan dipim­pin majelis hakim yang dike­tuai, Felix R. Wiusan didampingi Jenny Tulak dan Syamsudin La Ha­san. Sedangkan terdakwa didam­pingi penasehat hukumnya, Cor­neles Latuny.

JPU menetapkan, barang bukti berupa, satu paket sabu ukuran kecil, satu lembar bukti transfer undercover buy narkotika sebesar Rp 1,5 juta dengan tujuan rekening Bank BCA atas nama Ardi Septio tertanggal 24 April 2018, 2 unit HP merk Samsung, dirampas untuk dimusnahkan. Dan satu unit HP merk Samsung lainnya dikembalikan kepada saksi Andre Leatemia alias Bisot.

Kendalikan dari Lapas

JPU dalam tuntutannya menjelas­kan, petugas BNN Maluku mem­bong­kar sindikat peredaran sabu dari Lapas Kelas IIA Ambon, dangan menangkap terdakwa Gherets To­matala alias Gerald di dalam sel tahanan pada April 2018 sekitar pukul 17.00 WIT.

Tindak pidana itu terbongkar, berawal ketika Gerald menghu­bungi Andre Leatemia alias Bisot melalui aplikasi messenger untuk mengata­kan, bahwa ia sementara berada di dalam sel tahanan Lapas Klas IIA Ambon. Gerald juga ber­pesan kepada Bisot, jika ingin membeli sabu dapat dibeli melalui terdakwa.

Kemudian terdakwa memberikan nomor handphone terdakwa yang bisa dihubungi oleh Bisot. Lalu Bisot memberitahukan hal tersebut kepada pihak BNN Maluku.

Petugas BNN kemudian memerin­tahkan Bisot untuk melakukan undercover buy (pembelian terselu­bung) dengan terdakwa.

Kemudian pada Selasa, 24 April 2018 sekitar pukul 17.00 WIT, Bisot menghubungi terdakwa melalui HP dan mengirimkan SMS, kalau ia ingin membeli sabu sebanyak 0,5 gram, yang biasanya terdakwa jual dengan harga Rp 1,5 juta.

Lalu terdakwa mengirim nomor rekening BCA atas nama Ardi Septio. Kemudian Bisot mentransfer uang Rp 1,5 juta ke rekening tersebut. Selanjutnya pada pukul 20.30 WIT, terdakwa mengirimkan SMS dan menjelaskan di mana paket sabu tersebut akan diletakkan. Ia memakai istilah, peta jatuh.

Terdakwa kemudian mengirim SMS yang menjelaskan, kalau paket sabu itu diletakan di tiang lampu seberang jalan Rumah Makan Jawa Timur, dan ditempel dengan selotip hitam.

Bisot lalu bersama dua orang anggota BNN bergegas menuju ke lokasi yang disampaikan oleh ter­dakwa, dan mereka menemukan satu paket sabu. Petugas BNN kemudian bergerak ke lapas dan menangkap Gerald.

Terdakwa Gerald saat ini sedang menjalani putusan Pengadilan Ne­geri Ambon Nomor: 111/Pid.Sus/2018/PN.Amb tanggal 4 April 2018, yang menghukumnya lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar sub­sider tiga bulan kurungan. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *