AMBON, Siwalimanews – Penjabat Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Melkias M. Lohy meresmikan Monumen Kotwurit, sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Welora, Kecamatan Dawelor Dawer.

Peresmian monumen Kotwurit dilaksanakan dalam  gedung gereja dan penandatanganan prasastinya dilakukan di Balai Desa Welora oleh Pjs Bupati MBD, Melkias M. Lohy.

Dalam sambutannya, Lohy mengatakan, peresmian monumen kotwurit ini menjadi sejarah dengan harapan di masa yang akan datang, Desa Welora akan berkembang lebih maju dengan mengharumkan nama Kabupaten MBD di Indonesia dan dunia internasional.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata Desa Welora harus mendapat dukungan dari semua pihak, tidak bisa mengandalkan pemerintah desa dan kecamatan, tetapi jika ingin Desa Welora berkembang harus ada campur tangan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

Ia mengharapkan, anak-anak, pemuda dan orang tua yang berhubungan dengan turis, untuk sedini mungkin menguasai bahasa Inggris agar lebih memudahkan dalam berkomunikasi.

Baca Juga: Gelar Meeting Bahas Inflasi dan PED di Malteng

Selain itu dalam tugas sebagai kepala daerah, Lohy mengingatkan masyarakat Desa Welora, agar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan, agar penyelenggara pilkada nanti dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai.

Untuk diketahui, monumen Kotwurit didirikan sebagai salah satu budaya untuk mengingatkan kembali sejarah kepada anak cucu Desa Welora. Kotwurit terdiri dari dua kata yakni Kot yang artinya kota dan Wurit yang artinya putih/bersih/cerah. Sehingga Kotwurit mengadung makna kota putih/negeri putih, tempat dimana zaman dulu digunakan sebagai tempat pemantauan untuk melihat musuh yang datang.

Monumen ini terdiri dari sebuah tempayang dan sebuah bia (tahuri). Diambilnya tempayang dan bia sebagai bentuk dari monumen ini karena tempayang merupakan tempat sopi, yang menandakan bahwa Desa Welora sebagai desa adat, dan bia merupakan tahuri, untuk memanggil warga masyarakat untuk berkumpul.

Kepala Desa Welora mengharapkan, adanya campur tangan pemerintah daerah bukan hanya kepada Desa Welora saja tetapi juga terhadap perkemba­ngan Kecamatan Dawelor Dawera secara keseluruhan.

Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya itu, PjS bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah. A. Siamiloy, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten MBD. (S-19)