Jadi Juri, Gubernur Bagi Tips Masak Ikan Kuah Kuning

AMBON, Siwalimanews – Resep masak ikan bukanlah sesuatu yang ribet. Semua orang pasti punya cara sendiri untuk memasak ikan seger menjadi menu yang istimewa. Tak ketinggalan Gubernur Maluku, Murad Ismail juga memiliki tips tersendiri dalam memasak ikan.

Nah, tips ini dibagikan Gubernur Maluku saat menjadi juri kehormatan pada lomba masak ikan kuah kuning kenari, yang dirangkai dengan lomba masak ikan tingkat Provinsi Maluku serta lomba merangkai bunga dalam rangka menyongsong Hari Ibu ke- 91 pada 22 Desember nanti.

Lomba yang  berlangsung di Islamic Center, Selasa (3/12/2019) itu diikuti Pengurus Organisasi Perempuan Wanita yang ada di Kota Ambon serta Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku dan kabupaten/kota.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail yang juga merupakan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan)  Provinsi Maluku, Kadis Kelautan dan Perikanan Romelus Far-far, Ketua TP PKK kabupaten/kota serta Ketua Organisasi Perempuan se-Kota Ambon.

Usai menilai dan mencicipi masakan ikan kuah kuning kenari, gubernur menegaskan masakan khas Maluku miliki cara dan teknik tersendiri saat memasaknya. Bila tidak tidak ada kekhasan, pasti rasanya berbeda.

“Saya datang untuk jadi juri masak kuah ikan. Kita semua termasuk juri harus paham betul kuah ikan yang khas orang Maluku itu bumbu-bumbu dan cara masaknya harus kita tahu. Saya dari kecil belajar masak dari orang tua saya, makanya saya tahu betul,” ujarnya.

Menurutnya, bicara tentang masak ikan, maka komposisi bumbu harus pas biar rasa yang dihasilkan juga sesuai dengan cita rasa. Untuk itu, perlu dihindari masak ikan kuah kuning menggunakan penyedap masakan.

“Saya masak tidak pakai penyedap. Masak harus berinovasi. Masak kuah ikan harus bisa atur komposisi bumbu biar ikannya terasa, kuahnya juga terasa dan tidak macam-macam yang dimasukan ke dalam kuah itu,” tuturnya.

Perbandingan penggunaan bawang merah kata gubernur, harus lebih banyak dibandingkan bawang putih. Bahkan teknik mengulek bumbu juga harus diperhatikan. Tidak asal menguleknya jadi satu karena tidak semua bumbu dapat diulek bersamaan karena nanti berpengaruh terhadap rasa dan juga tampilan.

Dengan fasihnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku ini mendeskripsikan bagaimana bumbu-bumbu itu diulek.

“Kita pakai bawang merah, bawang putih jangan terlalu banyak. Kita giling jadi satu cabe dengan bawang. Sementara untuk menggiling jahe jangan sama-sama dengan kunyit karena bila bersamaan kunyitnya bisa hilang,” rincinya.

Jahe, menurut gubernur bisa menghilangkan bau amis dan bisa menghilangkan warna kunyit. Masakan bila banyak bawang pasti enak. Bila pakai tomat bagusnya terakhir dipotong biar warnanya tidak berubah. Ini semua ada tekniknya untuk melepas semua ini ada waktunya. Daun kemanginya banyak tapi daunnya saja jangan batangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Forikan Maluku Widya Murad Ismail mengatakan, lomba ini digelar sebagai upaya mempatenkan produk masakan itu sebagai milik Provinsi Maluku.

Selain itu, diharapkan dengan adanya lomba-lomba ini sebagai bentuk dukungan pemanfaatan sumberdaya ikan yang berkedaulatan dan berkelanjutan untuk mensejahteraan masyarakat serta upaya menyebarluaskan informasi tentang ikan.

“Lomba-lomba ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dengan cara mengembangkan jenis olahan makanan yang berbahan baku ikan juga kami ingin patenkan menu khas Maluku yang berbahan dasar ikan yaitu Ikan Kuah Kuning Kenari,” cetunya.

Duta Stunting Maluku ini juga mengaku, kendati tingkat konsumsi ikan masyarakat Maluku tinggi, namun masih jauh dari trend konsumsi ikan secara global terutama oleh negara yang bukan penghasil ikan misalnya Jepang dan Singapura.

“Masyarakat harus diajak agar menjadikan ikan sebagai makanan wajib. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan ikan menjadi sangat prospektif dalam menyelesaikan masalah kecukupan pemenuhan pangan dan gizi,” jelasnya.

Sementara terkait dengan lomba merangkai bunga dalam rangka menyongsong Hari Ibu, dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan agar dapat digunakan untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Untuk diketahui, lomba masak ikan kuah kuning kenari keluar sebagai juara I Sekretariat PKK Provinsi Maluku, Juara II PD Bhayangkari dan Juara III PD Persit Pattimura, Harapan I Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku; Harapan II Bakti Wanita Advent dan Harapan III PD Jalasenastri.

sedangkan lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Maluku, Juara I diraih TP PKK Kota Ambon, Juara II TP PKK Kabupaten MBD dan Juara III TP PKK  SBT.

Lomba merangkai bunga juara I disabet PD Bhayangkari, Juara II DPD IWAPI Maluku, Juara III PD Persit/XVI Pattimura grup 3, Harapan I TP PKK Maluku Pokja III, Harapan II Wanita Katolik RI Provinsi Maluku, dan Harapan III PD Persit/XVI Pattimura grup 2 sementara juara favorit jatuh pada PD Persit/XVI Pattimura grup 1.

Para pemenang masing-masing lomba memperoleh trophy yang nantinya akan diserahkan dalam kegiatan jalan santai pada Sabtu (7/12) yang merupakan rangkaian kegiatan Hari IBU. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *