Irwanul Raja Gadungan Dilaporkan ke Polisi

NAMLEA, Siwalimanews – Mengklaim dirinya sebagai Raja Pulau Buru ke-21, Prof Dr Irwanul Latbual yang kembali datang ke Kabupaten Buru dengan dalih akan melantik Pasukan Dewan Adat (PADAN), telah dilaporkan ke Polres Pulau Buru, Selasa (15/10).

Latbual dilaporkan oleh dua Raja Petuanan di Kabupaten Buru, yakni Jou Lisela, Aziz Hentihu, dan Jou Kayeli, Fandi Wael. Kedua raja ini datang ke Polres Buru tidak sendiri namun didampingi pimpinan sementara DPRD Buru, Dali Fahrul Syarifudin dan sejumlah anggota DPRD yang juga putra adat Pulau Buru.

Pantauan Siwalimanews sebelum melapor di SPKT, raja dan para wakil rakyat ini terlebih dahulu menemui Wakapolres Pulau Buru, Kompol Bachrie Hehanussa. Usai bertemu Wakapolres Aziz dan Fandi langsung melapor ke SPKT dan secara marathon diambil keterangan di ruang Satreskrim Polres. Sedangkan Arifin, Stevanus, Roby, John , Maser dan lainnya juga ikut diambil keterangan sebagai saksi yang menguatkan adanya tindakan penipuan dari terlapor Irwanul Latbual yang mengaku sebagai Raja Pulau Buru.

Jou Lisela, Aziz Hentihu kepada wartawan di Mapolres menjelaskan, melihat jejak digital, info dari Mensesneg, Sekertaris Kabinet, kemudian Mabes Polri, kalau Irwanul Latbual ini sudah jadi target operasi (TO), karena ada serangkaian dugaan perbuatan yang melilit oknum tersebut.

“Saya hanya mau bilang, masa  bangsa ini bisa kalah hanya dengan seorang Irwanul Latbual,” tandas Aziz.

Aziz yang juga anggota DPRD Maluku dari dapil Pulau Buru ini menegaskan, bahwa eksistensi tatanan adat , budaya di bumi Bupolo ini telah dijaga dan dirawat sudah sejak lama. Warisan adat yang kelak akan diwarisi kepada generasi secara turun temurun ini tidak mengenal jabatan Raja Pulau Buru.

“Tatanan adat dan budaya di sini, khusus di Kabupaten Buru juga telah diperkuat dengan Perda Adat, dimana dikenal ada empat petuanan, Lisela, Tagalisa, Liliyali dan Kayeli dan petuanan yang lain ada di Kabupaten Buru Selatan,” tandasnya.

Karena itu, kata Aziz, kehadiran Irwanul Latbual ke Kabupaten Buru dengan membawa stempel raja telah mengusik ketenangan adat di daerah ini.

Hal yang sama juga dikemukakan Fandi Wael, Raja Petuanan Kayeli, bahwa tindak tanduk Irwanul Latbual ini sungguh sangat kelewatan dan mengganggu pranata adat di Pulau Buru. Bahkan Kesultanan Ternate juga ikut diganggu dengan memberi jabatan kepada seseorang dengan gelar Sultan Ternate Buru. Ia juga menyentil surat yang dibuat dan diteken Irwanul dan diberi stempel raja, dan disitu tertulis dirinya mengklaim sebaga paduka yang maha mulia, Prof DR Irwanul Latbual.

“Berbagai bukti surat yang diteken Irwanul yang mengklaim dirinya Raja Pulau Buru dengan sebutan paduka yang maha mulia, turut dilampirkan saat melapor guna menguatkan bukti kalau oknum ini telah melakukan penipun,” ujarnya.

Sementara terkait dengan rencana kegiatan pelantikan PADAN oleh Irwanul di beberapa tempat di Kabupaten Buru, yakni Desa Waetina dan Desa Namlea, serta  di Desa Oki, Kabupaten Bursel diminta pihak kepolisian tidak memberikan izin.

Menanggapi hal itu, Wakapolres dengan tegas menyatakan, pihak polres tidak akan mengeluarkan izin tersebut. Bahkan diinformasikan kalau rencana kegiatan Irwanul di Oki juga ditolak tokoh adat dan pemuka masyarakat di Waesama. (S-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *