Inspektorat Diminta Percepat Audit Korupsi ADD-DD Asilulu

AMBON, Siwalimanews – Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah diminta mempercepat proses audit investigasi kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD-DD) Asilulu, Kecamatan Leihitu tahun anggaran 2015-2016 dan 2017.

Sebab permintaan audit inves­tigasi terhadap korupsi ADD-DD Asilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng telah disam­paikan Kejaksaan Negeri Ambon, sejak 20 Agustus 2019.

“Kami minta Inspektorat Mal­teng mempercepat proses audi investigasi terhadap kasus dugaan korupsi ADD-DD Asilulu, Keca­matan Leihitu, Kabupaten Malteng,” desak Jais Mahulauw kepada Siwalima di Ambon, Rabu (16/10).

Dikatakan, Inspektorat Malteng harus mempercepat audit investi­gasi kasus dugaan korupsi ADD-DD Asilulu, mengingat banyak terjadi penyimpangan dalam pelak­sanaan sejumlah item pe­ker­jaan dan pemberdayaan masyarakat yang didanai melalui ADD-DD.

“Banyak terjadi kejanggalan dalam pelaksanaan sejumlah item proyek dan program pemberdayaan masyarakat. Makanya kami minta Inspektorat Malteng mempercepat proses audit kasus ADD-DD Asilulu,” terangnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Inspektorat Malteng, Helmi Tamtalihitu mengaku, setelah menerima surat permintaan audit dari Kejari Ambon 20 Agustus 2019. Pihaknya langsung melakukan pengecekan di Desa Asilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng.

“Kami sudah melakukan pengecekan selama kurang lebih tiga hari di Desa Asilulu, perihal laporan adanya dugaan penyim­pangan ADD-DD di desa terse­but,” terangnya.

Diduga Diamkan

Kejari Ambon diduga, mendiam­kan dugaan kasus korupsi penyelewe­ngan ADD dan DD Asilulu, Keca­matan Leihitu, Kabupaten Malteng.

Kasus dugaan korupsi ADD-DD Asilulu tahun 2015-2016 hingga 2017 dilaporkan sejumlah masyarakat, sejak 27 November 2018. Namun hingga kini, perkem­bangan penanganan kasus tersebut tak jelas arahnya.

Talib Mahulette, salah satu masyarakat Desa Asilulu men­desak, Kejari Ambon untuk segera menindaklanjuti laporan terkait kasus dugaan korupsi ADD-DD Asilulu, Kecamatan Laihitu, Kabupaten Malteng.

“Harusnya laporan terkait adanya dugaan korupsi ADD-DD Asilulu menjadi perhatian serius Kejari untuk menuntaskannya. Lagi pula sudah hampir setahun laporan adanya dugaan korupsi ADD-DD ini sudah diserahkan ke Kejari Ambon,” katanya kepada Siwalima, Selasa (10/9).

Laporan yang telah disampaikan ke Kejari Ambon sejak 27 November 2018 silam, telah dilengkapi bukti-bukti adanya dugaan korupsi ADD-DD tahun 2015-2016-2017 yang diduga melibatkan sejumlah staf desa.

“Laporan yang kami sampaikan ke Kejari Ambon itu lengkap dengan bukti-buktinya, makanya Kejari Ambon harus secepatnya mengusut tuntas adanya kasus dugaan korup­si ADD-DD yang diduga melibatkan Kades Asilulu dan sejumlah staf desa itu,” terangnya.

Ia menjelaskan, ADD-DD Asilulu tahun anggaran 2015-2016 hingga 2017 sebesar Rp 1.489.850.458 miliar dengan rincian, DD sebesar Rp 872.677.847 juta dan ADD Rp 617.172.611 juta.

Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan, Kades bersama sejumlah stafnya terjadi dalam sejumlah item. Misalnya di bidang pemberdayaan masyarakat, pengadaan mesin ketinting untuk 25 kelompok nelayan Desa Asilulu dan sejumlah itemnya lainnya.

Kasi Intel Kejari Ambon, Sunoto yang dikonfirmasi Siwalima mengatakan, laporan kasus dugaan korupsi ADD-DD Asilulu telah ditindaklanjuti. Bahkan Kejari telah meminta audit investigasi ke APIP Malteng, sejak 20 Agustus 2019.

Menurutnya, Kejari Ambon tidak mendiamkan kasus ADD Asilulu tersebut, tetapi sudah ditindaklanjuti.

“Kasusnya sudah ditindaklanjuti dengan dikirim permintaan audit investigasi ke APIP Malteng, selanjutnya kami tinggal menunggu hasil audit kasus ini dari APIP Malteng,” terangnya.

Sedangkan Kades Sigit Hardian­sya yang dikonfirmasi via telepon selulernya tidak berhasil. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *