NAMROLE, Siwalimanews – Honor Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan ternyata belum dibayarkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan PPK sejak desember 2020.

Hal ini dikarenakan terjadi mis­komunikasi antara PPK dengan PPS sehingga sampai hari ini honor belum juga dicair­kan. Setelah dilakukan rapat bersama, masalah ini diselesai­kan secara kekeluargaan.

Dengan mengedepankan pen­de­katan kehidupan Kai Wait (Adik Kakak) ketua PPK, Bery Solissa, Sekretaris PPK, Isak Loligoly bersama anggota PPK lainnya membayar gaji PPS yang belum dibayarkan setelah PPK dan PPS kecama­tan Fena Fafan dipertemukan di Namrole.

Sebelum pembayaran, dila­ku­kan rapat singkat untuk meminta penjelasan dari Ketua PPK dan Sekretaris PPK terkait kenapa sampai anggaran terse­but tidak dibayarkan padahal semua gaji PPS sudah ditransfer ke rekening sekretariat PPK.

Dikesempatan itu, Ketua PPK, Beri Solissa meminta maaf atas minimnya komunikasi yang terjadi antara PPK dan PPS. Bahkan dalam penyampaiannya dirinya me­ngaku salah tidak mengontrol ang­gotanya dengan baik dan akhirnya terjadi kesalahpahaman antara PPS dan PPK Kecamatan Fena Fafan.

Baca Juga: Penambahan Armada Damkar Terkendala Anggaran

Namun ia berharap, semua PPS dapat memaklumi karena dirinya juga termasuk menjadi korban dalam masalah ini.

“Disini beta (saya) minta keterbukaan dan diselesaikan secara kekeluargaan dan harus diselesaikan secara kekeluargaan. Kalau secara kelembagaan itu ada pada tanggung jawab sekretaris,” ucap Solissa yang menyebutkan bahwa dirinya turut menjadi korban dalam masalah ini.

Dia juga berjanji akan, bersama dengan PPK yang lain untuk membayar semua PPS yang belum sempat datang untuk mengambil gajinya saat pertemuan tersebut.

“Katong siap mengawal dan mengatur sampai hak-hak semua PPS diselesaikan secara baik supaya semua masalah ini tidak meluas,” ucapnya.

Sementara anggota PPS yang hadir juga berkeinginan permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, sebab hubungan antara semua PPS dan PPK secara keluarga masih memiliki hubungan dekat.

“Katong (kita) semua ini keluarga ada panggil kakak, adik, bapak mantu, anak mantu, katong (kita) semua ini kait wait. Untuk masalah ini harus diselesaikan secara kekeluargaan, tapi kalau PPK tidak bisa menyelesaikannya berarti masalah ini berbuntut panjang sampai di polisi,” ancam anggota PPS Desa Waeken, Lewin Seleky.

Bahkan anggota PPK lain juga bersepakat dan meminta agar kejadian seperti ini jangan terjadi lagi. “Kamis semua berharap masalah ini terulang lagi karena kasihan kita ini sudah kerja dengan hati dan sangat berharap dibayar juga dengan hati,” tambah anggota PPS lainnya.

Namun dari perdebatan itu, PPK Fena Fafan melalui Sekretaris PPK, Isak Liligoly akhirnya meminta maaf dan langsung menyelesaikan honor PPS ditempat itu juga. ‘Jadi ketahuan bapak ibu PPS semua, yang ditransfer itu sampai bulan Desember. Itu sesuai buku rekening. Jadi bulan Desember ini diselesaikan sekarang,” ucap Loliholy.

Setelah bersepakat bersama, Sekre­taris PPK, Isak Loligoly kemu-dian melakukan mencairkan honor PPS yang hadir, termasuk beberapa PPS yang tidak sempat hadir.

“Sudah selesai. PPS lain yang belum dapat karena tidak datang dan tidak ada perwakilan itu nanti PPK selesaikan langsung dengan mereka. PPK sudah jamin itu,” pung­-kas Seleky usai pertemuan. (S-35)