HMI Demo Desak Pemkot Batasi Indomaret

AMBON, Siwalimanews – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demo di halaman Kantor Walikota Ambon, Senin (13/1) sekitar pukul 14. 50 WIT.

Aksi unjuk rasa yang dikoordinir Mukadam Rumasukun itu, mendesak Pemkot Ambon membatasi Gerai Indomaret yang su­dah membanjiri Kota Ambon. Mereka juga meminta segera menutup lokalisasi Tanjung Batu Merah.

Menurut mereka, hadir­nya Gerai Indomaret mema­tikan usaha mikro kecil. Sementara keberadaan lokalisasi berdampak pada rusaknya moral generasi muda dan angka penderita HIV-AIDS di Kota Ambon kian meningkat.

“Kami minta Pemkot Ambon dalam hal ini pengambil kebijakan tertinggi Walikota Ambon untuk dapat mem­batasi gerai Indomaret dan segera merealisasikan janji pemkot me­nutup lokalisasi tanjung Batu Merah,” teriak salah satu pendemo dalam orasinya.

Selain itu, pendemo juga meminta Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif Pemkot dan DPRD Kota Ambon.

“Dalam kesempatan ini, kami juga meminta Polresta Ambon segera menuntaskan kasus korupsi SPPD fiktif Pemkot dan DPRD Kota Ambon, sebab kasus ini sudah lama di­tangani namun belum juga tuntas,” kata pendemo.

Berorasi kurang lebih satu jam, perwakilan pendemo akhirnya ber­temu dengan Sekot Ambon, A. G Latu­heru di ruang rapat sekot. Ke­pada pendemo, Latuheru menjelas­kan, tertundanya penutupan loka­lisasi tanjung Batu Merah, disebab­kan belum adanya intruksi dari Kemensos. Karena penutupan loka­lisasi membutuhkan biaya bagi para PSK untuk kembali ke daerah asal mereka masing-masing dan dana untuk usaha mereka.

“Tinggal tunggu intruksi Kemen­sos, kalau sudah final pasti lokalisasi tanjung akan ditutup,” jelasnya.

Sementara terkait pembangunan Gerai Indomaret, Latuheru mengaku, pemkot sudah menentukan jumlah Indomaret sehingga dipastikan pembangunannya tidak lebih dari yang sudah ditentukan.

“Kan pembangunan Indomaret sudah ditentukan berapa jumlah­nya, namun agar lebih jelas lagi tunggu pak Walikota kembali ke Ambon,” katanya.

Mendengar penjelasan sekot, para pendemo akhirnya membu­barkan diri secara tertib sekitar pukul 15.00 WIT.

Desak DPRD

Sebelum ke kantor walikota, pendemo terlebih dulu menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Ambon sekitar pukul 13.30 WIT, dengan tuntutan yang sama, yaitu menuntut DPRD bersama Pemkot Ambon segera menutup lokalisasi tanjung Batu Merah dan membatasi pembangunan Gerai Indomaret.

Berorasi kurang lebih 15 menit, pendemo diizinkan bertemu de­ngan Ketua DPRD, Elly Toisuta di ruang rapat paripurna. Di hadapan pen­demo Toisuta menuturkan, DPRD Kota Ambon mendukung langkah pemkot menutup lokalisasi tanjung Batu Merah.

Proses penutupan lokalisasi sudah final tinggal menunggu waktu tepat dan intruksi Menteri Sosial. “Kalau sudah ada intruksi maka penutupan lokalisasi segera dilaku­kan,” jelasnya.

Terkait menjamurnya Gerai Indomaret, kata Toisuta, pihaknya sedang melakukan peninjauan lang­sung lapangan. Apabila ditemukan pembangunan Indomaret tidak se­suai prosedur, maka akan dilakukan penutupan saat itu juga.  “Untuk jumlah pembangunan Gerai Indo­maret sudah ditentukan pemkot, sehingga pembangunannya dipasti­kan tidak lebih dari jumlah yang sudah ada,” ujarnya. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *