AMBON, Siwalimanews – Aksi demonsterasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon dan puluhan para pedagang di Balai Kota, Senin (29/6) masih terus berlanjut, bahkan sampai dengan pukul 13.52 WIT para pendemo belum juga dijinkan masuk ke halaman Balai Kota.

Di depan Balai Kota, perwakilan pedagang, Husein meminta kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk merevisi Perwali Nomor 18 tahun 2020 tentang PSBB, selain itu penerapan aturannya harus tidak boleh tebang pilih, namun semua disamaratakan.

“Di perwali tertulis waktu operasional pasar rakyat. Yang namanya pasar itu semua pedagang baik yang bajual sembako, jual bola, dan lain-lain itu semua di dalam pasar itu, terkecuali dalam aturan itu ada tertulis pasar rakyat yang beroperasi khusus yang jual sembako, untuk itu aturan PSBB ini harus direvisi,” teriak Husein dalam orasinya.

Selain itu kata dia, penegakan aturan juga harus tidak boleh tebang pilih. Pasar disuruh hentikan operasional jam 6 sore, sementara tukang ojek masih berkeliaran di pasar dan terminal bahkan ada sampai yang berbuat mesum kok dibiarkan.

“Jadi jangan tebang pilih, kalau semua aktivitas dihentikan semua dihentikan bersamaan itu baru adil. Di Maluku juga tak boleh ada rasis, orang China, orang Bugis, orang Buton. Katong samua orang Maluku yang ingin bersama-sama pemerintah membangun daerah ini, sehingga tak boleh ada rasis, teriaknya, sembari menambahkan, “Sudah 3 bulan katong seng dapat apa-apa iko aturan peemrintah tado dalam rumah. Orang kaya tado dalom rumah beda dengan orang miskin tado dalam rumah. Orang miskin tado dalam rumah bataria lapar, orang kaya tado dalam rumah sambil tersenyum sebab semua tersedia,” cetusnya.

Pada kesempatan itu, Husein juga minta walikota untuk menerima mereka, sebab yang datang menyampaikan aspirasi adalah warga Kota Ambon yang memilihnya sebagai walikota.

“Saya orang pertama yang pilih bapak jadi Walikota Ambon jadi temuilah kami, yang datang juga adalah warga kota,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Burhanudin Rumbou dalam orasinya juga minta Walikota Ambon Richard Louhenapessy menemui mereka.

“Walikota jangan tidur  kami masyarakat kecil susah dalam penerapan PSBB,” teriak Rumbou dalam orasinya.

Para pedagang yang datang melakukan aksi itu juga mereka tak percaya bahwa ada corona di Maluku, sehingga mereka tak merasa penting untuk mengenakan masker ataupun menjaga jarak dalam melakukan aksi demo.

“Seng ada corona di Maluku ini, pemerintah jangan bodohi katong rakyat kecil,” teriak para pedagang dalam aksi itu.

Sampai dengan berita ini diturunkan, para pendemo belum juga dijinkan masuk ke halaman Balai Kota Ambon. (Mg-5)