Hewan Ternak Yang Keluar dari Namlea Legal

NAMLEA, Siwalimanews – Hewan ternak yang diperjualbelikan antar pulau lewat Pelabuhan Namlea, semua itu dilakukan secara prosedur dan legal.

“Hewan ternak ini diangkut dengan kapal dari pelabuhan dan secara mata telanjang semua orang milihatnya, sehingga tidak mungkin ini kegiatan ilegal,” tegas penjabat Administrator Pelabuhan Namlea, Rauf Tuanany kepada wartawan, Kamis (10/10).

Menurutnya, hewan ternak yang diantar pulaukan dari Namlea menuju Ambon dan tempat lain di wilayah NKRI, sudah dilakukan secara prosedural dan sah, sehingga tidak ada yang ilegal.

Sebelum diizinkan tinggalkan Pelabuhan Namlea, pemilik hewan ternak harus mengantongi bukti tertulis pembelian ternak dari peternak yang dikuatkan dengan kesaksian pihak Polsek asal hewan ternak tersebut.

“Selain itu, harus pula ada izin tertulis pengeluaran ternak dari Dinas Pertanian Kabupaten Buru, karena Pemkab Buru mewajibkannya sebagaimana diatur dengan perda,” ujarnya.

Walaupun izin ini ada kata Tuanany, pemilik wajib juga mengantongi izin dari Kantor Karantina Hewan yang memastikan bahwa, hewan tersebut dalam keadaan sehat dan layak diantar pulaukan.

Dengan bukti-bukti ini, pemilik ternak dapat memproses pengajuan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), setelah memenuhi seluruh syarat Clereance In-Out di Kantor Syahbandar.

Menyinggung mengenai izin keberangkatan melalui Pelabuhan Namlea,  Tuanany mengaku, pihaknya melakukan tugas sesuai kewenangan mereka, dimana jika setiap aktivitas harus ada ijin dari dinas terkait dan semua dokumen terpenuhi baru kapal yang mengangkut ternak-ternak ini diberangkatkan.

“Jika semua dokumen belum lengkap, maka kapal juga tidak akan diberangkatkan,”  tegasnya.

Selama ini, menurutnya, pembelian hewan ternak di Kabupaten Buru sudah berlangsung sejak beberapa tahun, namun tidak pernah dipermasalahkan, oleh Pemkab Buru.

“Jika kelengkapan dokumen sudah terpenuhi, maka tugas Syahbandar memberi ijin untuk memberangkatkan kapal. Sebaliknya,  jika dokumen kelengkapan tidak terpenuhi,  maka Syahbandar tidak akan memberangkatkan kapal,” ucapnya. (S-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *