AMBON, Siwalimanews – Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ambon kembali diterapkan mulai Senin (6/7), namun tidak ada perbedaan yang menonjol dibandingkan hari biasa.

Jalanan di beberapa titik masih tetap terpantau ramai seperti biasa dan beberapa tempat perbelanjaan masih belum tutup.

Beberapa pedagang di Pasar Mardika yang ditemui mengaku masih membereskan dagangan, meski waktu penutupan pasar telah lewat. Selain itu, angkutan kota masih ada di terminal Mardika.

Padahal sesuai Perwali Kota Ambon Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perwali Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19, diatur batas operasional pasar dan angkot hanya sampai pukul 18.00 WIT.

Banyak pedagang yang mengeluh dengan kondisi saat ini. Sebab, walau tetap diperbolehkan berjualan, banyak di antara mereka yang pulang tak membawa uang. Kondisi tersebut akibat pemberlakuan PSBB yang membuat orang takut ke pasar. Selain itu, hal itu dikarenakan waktu operasional pasar yang singkat.

Baca Juga: Bupati Minta Warga SBT Miliki Kesadaran Individual

Seorang pedagang bahan pokok di Pasar Mardika, April mengaku, seharian ini tidak ada pembeli sama sekali. Jika dibandingkan hari sebelumnya, dia mengakui masih ada pembeli walau tidak banyak.

“Pembelian mulai menurun sejak isu Virus Corona mencuat, banyak barang yang busuk,” katanya.

Sejak PSBB diberlakukan di Ambon, jadwal operasi pasar juga ikut dibatasi. Jika sebelumnya, April berjualan di pasar 24 jam, namun kini harus mentaati anjuran pemerintah.

Selama PSBB, ada pemberlakuan jam malam. Sedangkan untuk aktivitas pasar, hanya dibolehkan hingga pukul 18.00 WIT.

“Tapi ya bagaimana lagi, kan memang aturannya begitu. Mending masih diperbolehkan buka, ketimbang tidak boleh buka sama sekali, malah tidak ada pemasukan,” ujarnya.

April tidak sendiri. Ida juga merasakan hal yang sama. Pedagang yang sehari-hari menjual buah-buahan tersebut mengakui belakangan ini penghasilannya menurun drastis. Jika sebelumnya pulang dengan barang dagangan kosong, kini banyak yang tersisa. Bahkan, ia juga pernah dagangannya tidak laku sama sekali.

Sepinya pembeli itu, diduga banyak orang takut ke pasar karena pemberlakuan PSBB. Kendati demikian pihaknya masih optimis. Sebab PSBB tidak diberlakukan selamanya, melainkan hanya 14 hari. Selain itu, jam pasar tutup masih diperpanjang dua jam lebih lama dari sebelumnya.

“Mungkin saja setelah PSBB selesai, penjualan bisa seperti tahun sebelumnya,” katanya.

Selain itu, pertokoan yang bukan pengecualian tetap masih buka. Sesuai Perwali 19, yang hanya diperolehkan buka hanya toko sembako dan obat. Tetapi toko pakaian dan permainan anak di kawasan pasar Batu Merah dan Mardika terpantau pukul 10.30 hingga 11.30 WIT tetap beroperasi.

Bahkan dalam terminal A1 juga masih kedapatan beberapa padagang aksesoris masih membuka lapaknya.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy yang dikonfirmasi menegaskan, tim PSBB akan terus melakukan pengawasan. “Karena tim akan turun untuk itu, terus awasi terus,” tandasnya singkat.

Khusus untuk pasar Mardika dan Batu Merah, sebelumnya walikota mengatakan, jam operasional tetap sampai pukul 18.00 WIT. Untuk mencegah jangan ada lagi aktivitas di atas jam itu, maka akses jalan ke kedua pasar akan ditutup.

“Titik di hotel Amans, jembatan Mardika, SPBU, Ongkoliong akan ditutup agar akses keluar masuk tidak bisa terjadi lagi di atas jam 6 sore,” tandasnya, kepada wartawan, Minggu (5/7) di Hotel Marina. (Cr-1/Mg-6)