AMBON, Siwalimanews – Dipastikan hari ini, Selasa (29/9) Pangdam XVI Patti­mura Mayjen Agus Roh­man dan Gubernur Maluku, Murad Ismail melakukan kun­jungan kerja ke Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepastian ini disampaikan Danrem 151 Binaya Brigjen Arnold Aristoteles Ritiauw saat dikonfirmasi Siwalima, Senin (28/9).

Ritiauw menjelaskan, kun­jungan kerja yang dilakukan oleh Pangdam ke Aboru merupakan kunjungan kerja biasa.

“Kunjungan kerja biasa pak Pangdam ke Negeri Aboru, sekarang saya di Aboru ini,” kata Ritiauw.

Sementara beredar informasi di media sosial, kalau pejuang-pejuang  FKM-RMS di Negeri Aboru  telah mengibarkan bendera Benang Raja menolak kedatangan gubernur dan pangdam.

Baca Juga: DPRD SBT Setujui, Ranperda LPJ Pelaksanaan APBD 2019

Seperti yang ditulis akun face­book bernama Haluan Madju. Dalam statusnya ia menulis; Pejuang-pe­juang FKM-RMS di negri Aboru Kibar Bendera Benang Raja meno­lak kedatangan petinggi2 indo­nesia, termasuk Panglima TNI Ma­luku dan Gubernur Maluku ke Aboru pada tgl 29 september 2020 jang akan datang.

Tulisan ini diposting pada 27 September disertai dengan gambar sejumlah bendera Benang Raja.

Namun Ritiauw dengan tegas membantah ada pengibaran bendera RMS di Aboru.

“Itu seng ada bendara, saya se­karang ada di Aboru ini,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Maluku Kom­bes Roem Ohoirat juga mem­bantah. ada pengibaran bendera RMS di Aboru.

“Tidak ada bendera berkibar, pos­tingan di media sosial itu postingan lama-lama yang mendiskresditkan Aboru,” ujarnya singkat.

Sementara Sekda Maluku Kasrul Selang, membenarkan gubernur bersama Pangdam akan melakukan kunjungan kerja Negeri Aboru. Tetapi ia  belum tahu agendanya apa. (S-39)