AMBON, Siwalimanews – Harga berbagai jenis sayuran produksi petani lokal maupun dari daerah lain yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional Kota Ambon hingga kini bergerak naik.

Hasil pantauan di lokasi Pasar Mardika dan Batu Merah Sabtu (21/3), para pedagang menawarkan harga sayur kangkung Rp 6.000/ikat, sawi dari Rp 5.000/ikat naik menjadi Rp 7000/ikat. Daun singkong, sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 6.000. Selanjutnya daun melinjo rata-rata Rp 5.000/ikat naik menjadi Rp 6.000/ikat, kecuali bayam  Rp 7.000/ikat.

Sayur buah seperti labu siam Rp 10.000/empat buah, ketimun Rp 10.000/tiga buah, pari Rp 10.000/empat buah. Terong Rp 5.000/lima 5 buah. Sayur buncis asal pulau Seram dijual dengan harga Rp 30.000/kg.

Kemudian harga kentang sebelumnya Rp 16.000 kini menjadi Rp 18.000/kilogram. Wortel sebelumnya dijual dengan harga Rp 30.000/kg kini Rp 35.000 per/kg. Sedangkan untuk kol dijual dengan harga Rp.18.000/kilogram.

Minyak goreng kemasan seperti Bimoli Rp.16.000/liter, susu Kental Manis Cap Bendera 390 gram Rp.11.000 per kaleng, susu bubuk Dancow 400 gram Rp.43.000 per dus, tepung terigu protein tinggi merek Segitiga Biru Rp.12.000 per kg dan merek kompas Rp.11.000 per kg.

Lusti salah satu pedagang di Pasar Mardika mengungkapkan untuk harga jahe sebelumnya dijual dengan harga Rp 5000/ikat kini menjadi 7000 /ikat hingga 8000/ikat dan harga sebelumnya Rp 40 ribu/kilogram menjadi Rp 60-70 ribu/kilogram.

“Cuaca seng bagus makanya hasil panen yang dong bawa dari Seram juga sadiki,”tutur Lusti dengan dialeg Ambon yang kental.

Joko pedagang Jahe di Pasar Batu Merah mengaku, harga jahe merangkak naik sejak merebaknya Virus corona. “Pembeli banyak minum jahe untuk kasih kuat tubuh apalagi musim hujan ini,” tegasnya.

Juna salah satu pedagang bawang bombay juga mengeluh karena pengiriman dari Surabaya ke Ambon terlambat, dikarenakan wabah virus corona. Untuk 1 kilogram  bawang bombay dibandrol dengan harga Rp 110.000, untuk harga per buahnya Rp 10 ribu. “Bawang bombay harga tambah tinggi katong yang jual jua untung sadiki karena panen yang kurang dari Surabaya,” jelas Juna. (Mg-5)