AMBON, Siwalimanews – Gugus Tugas Perce­pa­tan Penanganan Covid-19 Maluku memastikan Direktur RSUD dr. Ishak Umarella Tulehu, Dwi Murti Nuryanti positif ter­papar Virus Corona.

Selain direktur, ada 13 tenaga medis dan non medis di rumah sakit ter­sebut yang terpapar virus mematikan itu. Sedang­kan 4 lainnya merupakan warga Tulehu.

“14 tenaga medis dan non medis, diantaranya direktur yang saya tahu terpapar virus, 4 lainnya warga Tulehu,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Jumat (12/6).

Untuk memastikan mereka ter­pa­par dari mana, Kasrul menga­takan, tracking akan dilakukan terhadap para pasien.

“Nanti tracking kita baru dapat tahu 14 tenaga medis dan non me­dis terpapar dari mana, termasuk dengan 4 warga Tulehu,” ujar Kasrul.

Baca Juga: Dirut RS Tulehu Terpapar Corona

Kasrul menjelaskan, pengambi­lan sampel swab dilakukan ter­hadap 21 tenaga medis dan non medis di RSUD dr. Ishak Umarella serta warga beberapa waktu lalu.

Setelah hasil uji sampel swab keluar dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas II Ambon, 18 orang dinyatakan positif. Kasrul meluruskan data sebelumnya yang disampaikan Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy.

Lohy mengungkapkan, seba­nyak 18 orang paramedis di RSUD dr. Ishak Umarella Tulehu, Keca­matan Salahutu, Kabupaten Ma­luku Tengah positif terpapar Virus Corona.

“Jadi kita baru terima hasil swab dari BTKL PP Kelas II Ambon, bahwa 18 tenaga medis dan non medis di RSUD Ishak Umarella Tulehu terpapar,” kata Melky Lohy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (11/6).

Namun Kasrul meralat keterangan Lohy. Ia mengatakan, 18 orang tersebut bukan seluruhnya tenaga medis.

“Jadi 18 pasien yang terpapar itu, 14 tenaga medis dan non medis, sedangkan 4 orang adalah warga Tulehu,” ungkapnya.

Kasrul mengatakan, aktivitas pelayanan di RSUD dr. Ishak Umarella ditutup selama 14 hari terhitung Jumat, 12 Juni untuk sterilisasi.

“Dengan terpaparnya 14 tenaga medis dan non medis di Tulehu langsung arahan untuk tutup, jadi perintah pimpinan, kita tutup sementara untuk lakukan sterilisasi,” ujarnya.

Sementara 14 tenaga medis dan non medis bersama empat warga Tulehu saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Ishak Umarella.

“Mereka sudah diisolasi di rumah sakit yang sama, tetapi di tempat yang berbeda. Tidak gabung masyarakat dengan tenaga medis,” jelas Kasrul.

Terkait dengan tracking, Kasrul mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan raja Negeri Tulehu, Polsek Salahutu serta Koramil Salahutu untuk membantu gugus tugas.

“Kita berharap dukungan basudara semua di Negeri Tulehu bantu kita melakukan tracking nanti,” harapnya.

Ditambahkan, Gugus Tugas Covid-19 Maluku dalam waktu dekat akan melakukan rapit test terhadap 200 tenaga medis dan non medis di RSUD dr. Ishak Umarella.

“Secara keseluruhan hampir 300 tenaga medis dan non medis. 46 sudah dilakukan swab, hasilnya belum keluar. Sedangkan sekitar 200 tenaga medis dan non medis  akan dilakukan rapid test dulu,” jelas Kasrul.

Data Dikumpulkan

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Maluku Tengah mulai melakukan pengamatan dan menghimpun data awal untuk melakukan tracking terhadap 14 tenaga medis dan non medis serta 4 warga Tulehu yang positif terpapar Virus Corona.

“Langkah pengawasan dan pengamanan data harus kita lakukan dan untuk kepentingan itu sekarang kita sedang melakukan pengamatan sambil menunggu surat resmi dari gustu provinsi soal status 18 pasien positif covid di RS Ishak Umarella,” kata Sekretaris Gustu Covid-19 Malteng, Jenny Adijaya kepada Siwalima di Masohi, Jumat (12/6).

Adijaya mengatakan, RSUD dr. Ishak Umarella berada dalam tanggung jawab Pemprov Maluku, namun kedudukan rumah sakit tersebut berada di wilayah Malteng, sehingga Gustu Malteng harus melakukan tracking sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat.

Pihaknya telah menginstruksikan puskesmas di Kecamatan Salahutu, yaitu Puskemas Tulehu, Waai, Suli dan Liang untuk segera melakukan pengamatan dan menghimpun data awal untuk keperluan tracking.

“Pimpinan puskesmas dan perangkatnya di seluruh desa yang ada di Salahutu melakukan pengamatan dan hari ini sedang dilakukan. Kami berharap setelah nantinya tracking dilakukan seluruh data dan informasi yang dibutuhkan sudah bisa dihim­pun,” ujar Adijaya. (S-39/S-36)