MASOHI, Siwalimanews – Gugus Tugas (Gustu) Kabupaten Malteng saat ini mulai melakukan pengamatan dan penghimpunan data awal terhadap 18 Paramedis RUSD dr Ishak Umarella Tulehu.

Pengamatan ini dilakukan untuk keperluan proses tracking tracing yang akan dilaksanakan nanti setelah surat keterangan resmi dari Gustu Maluku diterima oleh Gustu Malteng.

“Memang tracking resmi belum dilakukan. Namun agar kami tidak kehilangan data dan informasi, langkah pengawasan dan pengamanan data harus kita lakukan,” ujar Sekretaris Gustu Covid-19,Malteng dr Jenny Adijaya kepada Siwalimanews di Masohi, Jumat (12/6).

Untuk kepentingan itu kata Adijaya, saat ini pihaknya sementara melakukan pengamatan sambil menunggu surat resmi dari Gustu Provinsi soal status dari 18 paramedis RSUD dr Ishak Umarella yang positif terpapar corona,”Tandas

Menurutnya, RSUD Tulehu memang sepenuhnya berada dalam tanggungjawab Pemprov Maluku, namun kedudukan rumah sakit tersebut berada di wilayah Malteng dan tentu juga melayani masyarakat di Kecamatan Salahutu maupun Leihitu, maka Gustu Malteng harus melakukan tracking sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat kabupaten ini.

Baca Juga: Hari Ini, Maluku Tambah 57 Kasus Positif Baru

“Tracking harus kita lakukan sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan kepada masyarakat. Sebab selain berada di wilayah Malteng, RS ini melayani mayoritas masyarakat Malteng di Salahutu maupun Leihitu,” tuturnya.

Untuk memperlancar tracking ini kata Adijaya, ia telah menginstruksikan 3 puskesmas di Salahutu, masing masing Puskemas Tulehu, Wahai, Suli dan Liang untuk melakukan pengamatan guna menghimpun data awal.

Menyoal tentang informasi 18 paramedis yang positif ini terdapat nama pimpinan dan sekertaris rumah sakit itu, Adijaya mengaku belum mengetahuinya. Hal ini dikarenakan surat resmi yang berisi data diri serta status pasein belum diterima.

“Kami belum tahu. Nanti setelah surat resmi kita terima baru dapat kita ketahui. Intinya kita tidak mau tunggu, olehnya pengamatan sementara dilakukan sekarang. Kami berharap datanya dapat terhimpun dengan secepatnya,” ucap Adijaya. (S-36)