Gubernur Pimpin Upacara Hari Guru Nasional di Buru

AMBON, Siwalimanews –  Gubernur Maluku Murad Ismail memimpin upacara Hari Guru Nasional yang dipusatkan di Alun Alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Senin (2/12).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya yang dibacakan gubernur mengatakan, tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit sebab guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, namun lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolangan.

Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

“Guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,” ujar Mandikbud.

Dengan begitu kata Mendikbud, guru frustrasi, karena guru tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Guru juga tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Guru juga ingin setiap murid terinspirasi, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

“Saya tidak akan buat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tandas Mendikbud.

Ia mengaku, kalau perubahan tidak dapat dimulai dari atas sebab semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

“Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak,” pungkasnya.

Untuk diketahui upacara puncak perayaan Hari Guru Nasional yang dipusatkan di Buru ini, diikuti oleh ribuan guru di Kabupaten Buru serta dihadiri Ketua DPRD Maluku, Lucky Watimury, Wakil Ketua DPRD Maluku,Azis Sangkala, Anggota DPRD Maluku dapil Pulau Buru, Aziz Hentihu dan Kadis Pendidikan Maluku Saleh Thio, Wakil Bupati Amos Besan.

Turut hadir pula, Ketua Bunda Paud Maluku, Ny Widya Murad Ismail dan Ketua Bunda Paud Kabupaten Buru, Ny Sukmawati Umasugi, dan sejumlah pimpinan OPD.

Sementara Bupati Ramly Umasugi dan Ketua DPRD Buru, Rum Soplestunny berhalangan hadir karena sementara berada di luar daerah.(S-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *