AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku, Murad Ismail minta kepada Sekda Maluku, Kasrul Selang segera mengambil langkah cepat menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

“Segera ambil langkah strategis dan menyusun kembali rencana dibidang Perikanan dan Pertanian sesuai arahan Menteri Pertanian dan Menteri Kelautan,” pinta gubernur dalam keterangan persnya kepada wartawan di lobi Kantor Gubernur, Rabu (3/6).

Menurutnya, kedatangan Menteri Pertanian ke Maluku beberapa waktu lalu telah menjanjikan, akan memberikan bantuan Rp. 500 milyar sampai Rp 1 triliun. Sementara Menteri KKP telah menjawab surat Pemprov untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

”Sudah seminggu lalu turun, ini berita baik, mudah-mudahan kita bikin untuk Provinsi Kepulauan,” ujar gubernur.

Untuk itu, sekda diharapkan segera menyusun langkah strategis kedepan dengan OPD terkait.

Baca Juga: Warga Temukan Mayat Terapung di Pantai Tapal Kuda

”Saya minta sekda segera ambil langkah strategis kedepan untuk menjawab arahan dua menteri,” tuturnya.

Dukung LIN

Sebelumnya, Menteri KKP, Edhy Prabowo mendukung Provinsi Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Dukungan Menteri Edhy Prabo­wo tersebut disampaikan melalui surat yang ditandatangani­nya terta­nggal 26 Mei 2020, dan disampaikan ke Gubernur Maluku, Murad Ismail. Surat ini merupakan respon menteri atas surat yang diajukan gubernur tanggal 7 April 2020 lalu kepadanya.

Menurut gubernur, Menteri Kela­utan menyampaikan apresiasi atas ke­berpihakan yang kuat dari Pem­prov Maluku terhadap pembangu­nan sektor kelautan dan perikanan di Maluku. “Alhamdulillah, surat saya untuk meminta dukungan Ma­luku menjadi LIN ke Menteri KKP sudah dibalas dan mendapat respon yang positif dari Menteri,” jelas gubernur  sebagaimana rilis dari Humas Pemprov Maluku kepada Siwalima, Kamis (28/5).

Menteri dalam surat itu berharap, Maluku sebagai LIN tidak hanya sebagai simbol, namun dapat me­nun­jukkan kontribusi terhadap per­tumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku, penye­rapan tenaga kerja, dan pening­katan devisa Negara dari sektor kelautan dan perikanan.

Kementerian Kelautan dan Perika­nan akan mendukung melalui program dan anggaran, baik melalui kegiatan APBN, Dana Alokasi Khu­sus Kelautan dan Perikanan, mau­pun dana bergulir dari Badan Laya­nan Umum– Lembaga Pengelola Mo­dal Usaha Kelautan dan Perika­nan, sebagai­mana amanah dalam dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.

“Dukungan lintas sektor sangat penting, sehingga diperlukan sinergi yang kuat untuk pengem­bangan potensi sumber­daya kelautan dan perikanan di Maluku,” tulis menteri.

Kata gubernur, dalam RPJMN tahun 2020-2024 pada Bab III dijelaskan, guna mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenja­ngan dan menja­min pemerataan, khususnya pada arah dan kebijakan strategis huruf (f) disebutkan bah­wa, pengembangan wilayah Maluku diarahkan untuk memacu pertumbu­han dan mengembangkan potensi wilayah serta memantapkan peran­nya sebagai Lumbung Ikan Nasional.

“Saya minta kepada menteri agar kiranya kebijakan Maluku sebagai LIN dapat segera diimplementasi­kan,” tandasnya.

Ajak Bertani

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat Maluku untuk mengembangkan pertanian di daerah ini, sebab Indonesia adalah negara kaya dan itu bukan retrorika.

“Saya yakin. dimana-mana saya selalu bilang, kalau orang kerja pertanian dengan betul-betul tidak miskin,” ujar Mentan saat bertatap muka dengan masyarakat Negeri Seith dan Asilulu, Sabtu (30/5).

Ia menegaskan, adanya virus corona atau tidak, ada krisis, ada ma­salah apapun bahkan teroris sekali­pun orang tetap butuh makanan.

“Bertani itu menjanjikan, sesuatu yang pasti. Oleh karena itu tinggal bagaimana semua mau bekerja dan harus kasih keluar keringat. kita tidak sia-sia. ketika 100 hari kemudian, lima bulan kemudian satu tahun kemu­dian ada hasilnya, itu pasti,” ujarnya.

Setiap Petani bisa bercocok tanam dimana saja, bahkan depan rumah juga bisa, sebab tak perlu lahan banyak untuk bertani. Dengan teknologi yang baru, pertanian bisa dibuat bertingkat.

Ia mencontohkan, di beberapa negara yang lahanya sedikit, namun mereka bisa nenanam padi diatap rumah mereka. “Kalau kita kerja iklas tulus dan semua karena berkat rahmat Allah dan kita mau berkeringat, kita pasti tidak miskin,” tandasnya. (S-39)