AMBON, Siwalimanews – Setelah sempat bersitegang dengan perseonel Satpol PP tepat pukul 12.50 WIT, massa GMKI Cabang Ambon akhirnya dipersilahkan masuk untuk menyampaikan aspirasi mereka di Lobby Kantor Gubernur Maluku.

Dilobi, puluhan massa aksi yang dikoordinir Yongky Leslessi ini diterima Kepala Kesbangpol,Titus Renwarin. Namun, melihat kehadiran Renwarin, massa GMKI kecewa dan sempat melakukan protes, mereka menuntut Gubernur Murad Ismail, untuk hadir mendengar langsung aspirasi mereka.

Para mahasiswa ini menilai, pentingnya kehadiran Gubernur sebagai penanggungjawab penggunaan anggaran yang diakui mereka tidak tepat sasaran serta tidak sesuai peruntukannya.

“Setiap aksi Ayahanda Murad Ismail tidak pernah berani menemui kami secara langsung, ada apa? Disini kami dengan tegas berdiri atas kepentingan rakyat. Ayahanda selaku penanggungjawab harus bisa secara transparan menjelaskan kenapa penggunaan dua anggaran ini tidak sesuai peruntukannya,” tandas Leslessy.

Setelah berkoordinasi lanjut serta mengingat Gubernur Maluku sementara berada di luar daerah, para demonstran akhirnya menerima kehadiran Kesbangpol selaku perwakilan Pemprov Maluku.

Baca Juga: Pembunuh Husein Suat Divonis 15 Tahun Penjara

Dihadapan Kesbangpol,  Leslessy menyampaikan sejumlah poin yang menjadi tuntutan mereka yakni, pertama, meminta pemprov agar pengunaan dana PEN untuk mensejahtrahkan masyarakat dalam hal ini membagi rata anggaran keseluruhan di 11 kabupaten/kota yang ada di Maluku.

Kedua, meminta klarifikasi Gubernur Maluku terhadap dugaan penyalagunaan anggaran PEN. Ketiga, meminta pemprov agar penggunaan dana PEN lebih difokuskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat, bukan pembangunan infrastruktur.

Keempat, meminta pemprov transparan dalam penggunaan anggaran Rp 700 miliar dan Kelima, meminta Pemprov Maluku mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran pembangunan cafe pada lokasi Islamic Center.

Setelah mendengar aspirasi para demonstran Kepala Kesbangpol Titus Renwarin, memastikan akan berkoordinasi langsung dengan Gubernur Maluku, untuk menemui perwakilan massa aksi  serta menjelaskan apa yang menjadi tuntutan.

“Saya sudah dengar seluruh aspirasi GMKI selaku mitra kami, tentunya ada perangkat teknis yang akan mejelaskan soal apa yang menjadi keresahan para demonstran, saya disini menerima dan akan diteruskan, Saya juga akan sampaikan permintaan demonstran untuk bertemu beliau, apapun jawaban beliau nanti akan saya sampaikan ke korlap, karena saat ini juga beliau sementara berada di luar daerah,” jelas Renwarin.

Mendengar penjelasan Kepala Kesbangpol, massa aksi akhirnya membubarkan diri  serta meninggalkan Kantor Gubernur sekitar pukul 14.00 WIT, kemudian menuju ke DPRD Provinsi Maluku. (S-45)