Gizi Buruk, Seorang Anak di SBT Meninggal

BULA, Siwalimanews – Muhammad Tamsil R,(7) warga Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur ( SBT ) dinyatakan pihak RSUD Bula meninggal dunia, tepatnya Minggu (17/11) malam, sekitar pukul 00.05 WIT.

Korban meninggal lantaran menderita gizi buruk yang cukup parah. Anak dari Abdul Patiekon dan Nuryati Patiekon ini, meninggal setelah mengalami perawatan intensif selama sehari penuh di RSUD Bula.

Sementara data RSUD Bula, saat ini tersisa dua penderita gizi buruk yakni, Ririn Febriyanti Arey dan Maulana Daeng Praty warga Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT masih dirawat di RSUD Bula. Keduanya dirawat sejak Sabtu (16/11).

Kepada Siwalima di Bula Senin (18/11), Kepala Bidang Pelayanan RSUD Bula, Ismail Suwakul mengatakan, ketiga pasien positif gizi buruk, satu diantaranya meninggal dunia yakni Muhammad Tamsil R.

Korban meninggal dunia lantaran penyakit yang diderita cukup serius. “Ia meninggal di RSUD Bula, tepatnya minggu malam pukul 00.05 WIT. Sementara dua penderita gizi buruk yakni, Ririn Febriyanti Arey anak dari Ahmad Arey dan Hamida Sukunwatan masih dirawat di RSUD Bula,” kata Suwakul.

Untuk diketahui,  korban meninggal dengan berat badan 13 Kg, semestinya berat badan ini berat usia anak sembilan bulan. Sementara anak usia tujuh tahun berat badan harus mencapai 22 Kg.

Sementara Maulana Daeng Praty  usia 9 bulan yang masih dirawat di RSUD Bula memiliki Berat badan 6,1 Kg. Normalnya usia ini  berat badan harus 9 Kg.  Sedangkan  Ririn Febriyanti Arey usia 11 tahun ini pada saat masuk RSUD Bula, berat badan 21 Kg, semestinya secara normal harus berat badan 36 Kg.

“Semestinya berat badan ideal itu untuk Mahlana Daeng Praty harus 9 Kg, dan Ririn Febriyanti Arey harus memiliki berat badan ideal 36 Kg. Untuk itu kedua pasien ini masih mengalami perawatan intensif di RSUD Bula,” ungkap Suwakul.

Dikatakan pula, kedua pasien ini belum mengalami perubahan karena baru masuk perawatan, akan tetapi mereka sudah mendapat asupan gizi dari pihak RSUD Bula. (S-47 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *