AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon mengajak gereja bekerjasama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal itu diungkapkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya yang dibacakan Sek­re­taris Kota Ambon, AG Latuheru pada acara sidang ke 45 Klasis Kota Ambon yang dipusatkan di Gereja Getsemani, Bere-Bere Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Minggu (9/5).

Pada kesempatan itu Walikota mengatakan sidang ke-45 Klasis Kota Ambon, diharapkan dapat menghasilkan buah pikiran secara teologis guna membantu pemerintah dalam menangani dampak yang dihasilkan oleh pandemi Covid-19.

Dikatakan, kehadiran gereja sangat penting dalam menjamah warganya yang terdampak Covid-19. “Oleh karena itu, persidangan ke-45 dapat membahas segala dam­pak dari Covid-19, serta mengha­dirkan program pelayanan yang dapat dirasakan manfaatnya bagi umat yang tersebar di jemaat-jemaat yang ada di Klasis Kota Ambon,” tandas Walikota.

Menurutnya, mengingat saat ini Kota Ambon sudah masuk zona kuning namun dengan jumlah sko­ring terbilang cukup riskan, apabila abaikan protokol kesehatan (Pro­kes), bukan tidak mungkin Ambon akan kembali ke zona orange atau merah.

Baca Juga: Pengurus Gerindra Malteng Berbuka Bersama Tokoh Agama

Tak hanya itu, Walikota  juga meminta gereja dapat berperan penting dalam kemaslahatan rakyat Kota Ambon bergandeng tangan dengan pemerintah untuk sama-sama menjamah warga miskin, terlantar, sakit, dan rentan.

“Tak cukup hanya mengakui fakta dan keberadaan kemiskinan yang ada di sekitar kita, namun lebih penting lagi, bertindak untuk mem­beri bantuan dan pelayanan sosial yang nyata,” jelas Walikota.

Sementara itu Ketua Klasis Kota Ambon, Pendeta J Rutumalessy menuturkan banyak program GPM salah satunya peningkatan sumber daya manusia jemaat. Peningkatan kualitas sumberdaya, baik pelayan maupun umat termasuk pendidikan, pendataan lembaga, kemudian yang berkaitan dengan pengembangan kewirausahaan dan kemandirian.

Tak hanya itu, isu lingkungan pun akan menjadi salah satu pemba­hasan penting yang kemudian akan dijalankan dalam program kerja selama empat tahun kedepan.

“Kota ini rawan bencana, dan bagaimana masyarakat menanggapinya, saya kira ini menjadi catatan penting,” ujarnya.

Tak hanya itu, dampak yang diaki­batkan oleh pandemi Covid-19 juga menjadi perhatian yang perlu dibahas dan membuahkan hasil yang baik. Pukulan pandemi Covid-19 tambah Rutumalessy ikut mem­beri pengaruh bagi pendapatan real gereja, termasuk jemaat.

“Kita berharap dengan pemu­lihan, pelatihan GPM kita sudah bisa dan mulai membenahi sedikit demi sedikit termasuk pemulihan keua­ngan yang terus bisa kita galang­kan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sidang ke-45 Klasis GPM Kota Ambon, Wel­lem Pattiruhu, berharap sidang ter­se­but dapat menghasilkan buah piki­ran yang dapat memberikan pengu­atan bagi pemberdayaan umat dalam Klasis GPM Kota Ambon. “Dari sisi eko­no­mi, sosial, budaya, pendidikan dan dari sisi apapun itu dapat mem­berikan pe­nguatan. Dan dari pemikiran peserta yang hadir dapat memberikan kont­ri­busi pikir kepada hasil dari pada per­sidangan ini,” harap Pattiruhu. (S-52)