AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengklaim tidak berfungsinya lima pasar di kecamatan lantaran rusak karena gempa bumi yang terjadi sejak 26 September 2019.

“Karena gempa yang terjadi di tahun 2019 mengakibatkan beberapa pasar yang berada di kecamatan-kecamatan dekat dengan titik gempa menjadi rusak dan tidak dapat difungsikan,” ungkap Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Roby Silooy,  kepada wartawan, di Ambon, Senin (8/3).

Silooy mengatakan, terdapat tiga pasar yang menjadi sasaran empuk gempa beberapa tahun lalu, yakni Pasar Passo, Pasar Airlow, dan pasar yang berlokasi di kawasan Air Kuning. Selain tiga pasar itu, ada juga pasar Wainitu yang mengalami kerusakan akibat dekat dengan bibir pantai.

“Itu di Galunggung (air kuning), pasar passo juga itu terganggu rusak total yang nanti rehabilitasi, kemudian di Wainitu itu juga akan difungsikan tapi ada beberapa kios yang mungkin karena didekat laut, terus mengalami kerusakan. Nah, itu yang kita harus perbaiki. Sedangkan yang di Airlow sana, saya sudah lihat juga bagus cuman pikirkan supaya bagaimana caranya itu dia difungsikan, karena memang lokasinya agak jauh dari Kota,” jelas Silooy.

Diakui Silooy, pihaknya akan segera memperhatikan pasar-pasar tersebut agar nantinya segera diperbaiki dan ditempati oleh para pedagang Pasar Mardika yang memiliki lokasi tempat tinggal berdekatan dengan par tersebut.

Baca Juga: Fatlolon Bantah Tolak PI 10 Persen Blok Masela

“Itu nanti akan diperbaiki dulu baru aktif karena kalau misalnya Pasar Mardika itu dibongkar itu kan banyak pedagang yang harus direlokasi,” katanya.

Langkah tersebut menurutnya, guna membantu proses revitalisasi yang tentunya akan berjalan di tahun 2021 ini. Mengingat banyak pedagang yang mestinya direlokasi dan tempat yang telah disediakan oleh pemkot hampir semua telah terisi sehingga degan merehab pasar kecamatan    yang rusak tersebut, maka itu akan membantu proses   relokasi pedagang nantinya. (S-52)