Sorotan Kinerja Ditreskrimsus

Homepage Forum Visi Sorotan Kinerja Ditreskrimsus

  • This topic is empty.
Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #9262 Reply
    Siwalimanews
    Keymaster

    KINERJA penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku mendapat sorotan tajam. Bukan karena sudah berhasil menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus pembobolan BNI Ambon, tetapi lamban dalam membongkar kasus yang merugikan nasabah ratusan miliar ini.

    Tim penyidik bentukan Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Firman Nainggolan memang tak mampu sendiri menangani kasus pembobolan BNI. Ini kasus gede yang baru pertama kali ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku, sehingga memang kewalahan. Apalagi sekelas kasus perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Butuh SDM penyidik yang berkualitas. Tak bisa hanya standar.

    Langkah Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa meminta bantuan Bareskrim Polri adalah langkah tepat. Jika tidak, penyidikan pasti mentok. Hasil gelar perkara yang melibatkan tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri menyimpulkan, tidak ada kemajuan dalam penyidikan. Penyidik ditreskrimsus hanya terhenti pada enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Tak bisa dikembangkan.

    Bantuan tim Bareskrim Polri diharapkan bisa mempercepat pengungkapan tersangka lain. Sebab, masih banyak pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Sebut saja auditor BNI. Jika audit dilakukan secara rutin, mengapa uang ratusan miliar bisa dibobol. Apa ada pembiaran? Tak hanya auditor, petinggi BNI juga harus bertanggung jawab. Mustahil, jika uang ratusam miliar milik nasabah ditarik dari rekening tanpa diketahui pemimpin BNI.

    Nama tersangka baru kasus pembobolan BNI Ambon telah dikantongi tim penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku. Tersangka baru terungkap saat gelar perkara dilakukan tim Bareskrim Polri dan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

    Pengawasan yang dilakukan tim bareskrim terhadap penanganan kasus pembobolan BNI Ambon adalah langkah tepat. Jika tidak, penanganan kasus akan terkatung-katung, bahkan mungkin tak semua pihak yang bertanggung jawab bisa dijerat.

    Penyidik Ditreskrimsus sampai saat ini baru menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah Faradiba Yusuf, Soraya Pellu, mantan Kepala KCP BNI Masohi Marice Muskitta, KCP Tual dan Unpatti Chres Rumahlewang, KCP Dobo Maitimu Jusuf Maitimu dan mantan Kepala KCP Mardika Celo.

    Siapa yang lagi bakal menyusul menjadi tersangka, kita menunggu gebrakan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku yang didukung tim Bareskrim Polri. Kita berharap tidak ada tebang pilih dalam penetapan tersangka kasus pembobolan BNI Ambon.

    Pengawasan tim Bareskrim Polri harus dilakukan maksimal. Jangan biarkan ruang untuk ada main mata. Maklum saja, Ditreskrimsus Polda Maluku di bawah kepemimpinan Kombes Firman Nainggolan, belum memiliki prestasi yang baik  dalam penanganan kasus korupsi. Doyan memburu kasus, tapi ending tak jelas. Hingga kini belum satupun kasus yang ditangani masuk ke pengadilan.

    Pihak OJK juga harus bersikap tegas terhadap BNI Ambon untuk mengganti uang nasabah yang dibobol. Program deposito dengan cashback adalah program resmi BNI yang ditawarkan kepada para nasabah. Karena itu, tak bertanggung jawab kalau BNI berupaya cuci tangan, dan melempar kesalahan kepada Faradiba Yusuf. (*)

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
Balasan Untuk: Sorotan Kinerja Ditreskrimsus
Informasi Anda: