Pemeran Penting Diloloskan

Homepage Forum Visi Pemeran Penting Diloloskan

  • This topic is empty.
Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #11930 Reply
    Siwalimanews
    Keymaster

    Kejari Maluku Tengah tak hanya diberi apresiasi, namun juga mendapat kritikan tajam dalam penanganan kasus korupsi saluran Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara. Diberi apresiasi karena kasus ini kembali diusut, setelah sebelumnya karam di tangan Kepala Kejari Maluku Tengah sebelumnya Robinson Sitorus. Namun di sisi lain menuai kritikan. Sebab, tak semua pemeran penting dalam kasus ini ditetapkan sebagai tersangka.

    Proyek saluran irigasi Desa Sariputih didanai APBD Maluku Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 1.949.000.000. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Provinsi Maluku saat itu, Margaretha Emma Elsa Samson menjabat Kuasa  Pengguna Anggaran (KPA). Sementara kontraktor Benny Liando yang mengerjakan proyek ini, dengan menggunakan bendera perusahaan CV Surya Mas Abadi milikYonas Riupassa, karena perusahaannya tak memenuhi syarat.

    Sebagai KPA, Samson memiliki kewenangan untuk menentukan pembayaran proyek. Nah, kalau pekerjaan yang dilakukan Liando amburadul, seharusnya Samson tidak memerintahkan untuk melakukan pembayaran. Tapi ternyata anggaran dicairkan 100 persen. Lalu mengapa  keduanya tidak dijerat oleh Kejari Maluku Tengah?

    Samson dan Benny Liando memiliki andil penting dalam proyek irigasi Desa Sariputih. Olehnya itu, Kejari Maluku Tengah tak bisa berhenti hanya di tiga tersangka, yaitu Yonas Riupassa, PPTK  Ahmad Anis Litiloly dan pembantu PPTK Markus Tahya. Sangat janggal, jika kontraktor yang mengerjakan proyek dan KPA tidak ditetapkan sebagai tersangka.

    Samson sudah diperiksa pada Kamis, 9 Januari 2020 lalu. Ia dicecar selama 8,5 jam oleh penyidik Kejari Maluku Tengah, dengan 25 pertanyaan. Mantan Kepala Dinas PUPR Maluku, Ismail Usemahu juga dipanggil, namun tidak memenuhi panggilan dengan alasan sementara berada di luar daerah menjalankan tugas dinas. Pemeriksaannya akan diagendakan lagi. Benny Liando juga telah diperiksa.

    Pihak Kejati Maluku Tengah merespons kritikan berbagai kalangan soal tidak dijeratnya Samson dan Benny Liando bersama tiga tersangka lainnya. Kasi Intel Kejari Maluku Tengah, Karel Benito mengaku, penyidik belum menemukan bukti yang cukup untuk menaikan status mereka menjadi tersangka Karel mengklaim pihaknya bekerja profesional. Jika ditemukan bukti yang cukup dan keterangan saksi yang kuat maka sudah pasti mereka yang terlibat tidak akan lolos, termasuk KPA.

    Karel Benito mengatakan, pengembangan penyidikan akan terus dilakukan, dan pihaknya akan meminta BPKP Maluku untuk menghitung kerugian negara. Penyidik sudah menemukan perbuatan melawan hukum, diantaranya terdapat kekurangan volume kerja yang mengakibatkan kerugian negara.

    Dugaan korupsi proyek saluran irigasi Desa Sariputih sudah diusut sejak lama, saat Kejari Maluku Tengah dipimpin Robinson Sitorus, namun mandek karena diduga ada main mata. Setelah pergantian pimpinan, kasus ini kembali disidik.

    Kejari Maluku Tengah tak perlu lebay merespons kritikan publik. Apalagi kasus ini sudah diusut lama. Jadikan kritikan menjadi dorongan untuk kembali mengevaluasi penyidikan yang sudah dilakukan.

    Boleh saja mengklaim belum memiliki bukti yang cukup untuk menjerat Samson dan Benny Liando, namun tak rasional jika pelaksana proyek dan pengambil kebijakan pembayaran tidak dijerat.

    Kejari Maluku Tengah harus jujur. Jangan bersembunyi dibalik alasan belum cukup bukti untuk melindungi para pemeran penting di proyek irigasi Desa Sariputih. (*)

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
Balasan Untuk: Pemeran Penting Diloloskan
Informasi Anda: