Pembobolan BNI 46 & Tuntutan ke polisi

Homepage Forum Visi Pembobolan BNI 46 & Tuntutan ke polisi

Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan terakhir diperbarui oleh  Siwalimanews 3 minggu, 4 hari yang lalu.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #5680 Balasan

    Siwalimanews
    Keymaster

    Ratusan miliar rupiah dana milik nasabah di Bank Nasional Indonesia (BNI) Ambon diduga dibobol Faradila Yusuf

    Tidak tanggung-tanggung, dana yang dibobol mencapai  Rp 124 miliar. Skandal kejahatan ini tengah diusut Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku.

    Karyawan dan kepala-kepala cabang pembantu diduga terlibat dalam pembobolan di bank berplat merah itu.

    Kasus pembobolan itu terkuak sebulan yang lalu. Bahkan penyidik sudah melakukan penyelidikan selama seminggu ini.

    Modus operandi yang dilakukan para pelaku, selain menilep tabungan nasabah, deposito dan cek juga turut digasak.

    Faradiba Yusuf, oknum pegawai BNI 46 dia kabur entah ke mana. Wanita 40 tahunan ini kabur sejak 4 Oktober 2019 lalu, saat hendak diperiksa oleh internal BNI. Dan saat dilakukan pemeriksaan, tim internal menemukan dugaan pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh Faradiba Yusuf. Uang nasabah mencapai Rp 124 miliar raib.

    Pelaku utama pembobolan ini saat ini sedang dalam pencarian polisi.  Ia diketahui beraksi sejak tahun 2017. Saat itu, Faradiba masih menjabat Kepala Cabang Pembantu BNI AY Patty yang saat ini sudah berpindah ke Waihaong.

    Dugaan kejahatan yang dilakukan Farida hingga ia menjabat pemimpin pemasaran BNI Ambon.  Sasarannya, nasabah yang tabungannya gede, bernilai miliaran rupiah.  Para nasabah tersebut berstatus prioritas di BNI.

    Untuk memuluskan langkahnya Faradiba tidak sendiri ia diduga dibantu oleh KCP Tual dan Dobo dengan modus, Faradiba perintahkan KCP-KCP tersebut mentransfer dana ke rekening tertentu. Hal inilah yang dianggap sebagai suatu kerugian bagi BNI.

    Kasus ini dilaporkan oleh pihak BNI 46 ketika nasabah yang dirugikan keluhkan, Ditreskrimsus Polda Maluku sedang mengusut kasus pembobolan BNI 46 ini.

    Polisi bahkan mengusut dan memeriksa 4 orang saksi yang adalah staf di BNI 46. Polisi menemukan terdapat 5 rekening milik nasabah yang ditransfer sejumlah uang dengan nilai beragam dengan total transfer Rp 58,9 miliar.

    Pembobolan uang nasabah ini tentu saja menjadi tanggung jawab pihak BNI untuk menganti rugi uang-uang nasabah yang telah diambil Faradiba. BNI 46 harus bertanggungjawab, karena tentu saja hal ini akan berdampak ketidak percayaan masyarakat kepada pihak BNI 46.

    Kita tentu apresiasi langkah pihak BNI 46 dengan melaporkan kasus ini ke polisi merupakan langkah yang tepat. Publik dalam hal ini nasabah mengharapkan polisi harus transparan, mengusut tuntas kasus ini, dan jangan ada yang dilindungi ataupun ditutupi.

    Tindakan Faradiba tidak dibenarkan, ia harus diseret di depan hokum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi harus berupaya maksimal mencari Faradiba. Karena jika dia tidak bersalah sebagaimana diungkapkan kuasa hukumnya, maka dia seharusnya tidak lari ketika ada pemeriksaan internal BNI 46, bahkan tidak lari juga ketika pihak nasabah yang merasa dirugikan menghubunginya.

    Polisi diharapkan, bisa mengungust aliran dana yang dimiliki Faradiba termasuk asset-aset yang dimilikinya, karena diduga itu menggunakan uang nasabah. Pihak BNI 46 juga diharapkan bisa proaktif membantu kerjasama yang baik dengan polisi dalam mengungkapkan kasus ini, termasuk KCP-KCP yang diduga turut terlibat memuluskan langkah Faradiba ini harus juga diberikan sanksi hukum.

    Intinya polisi diminta bekerja maksimal dan professional mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengiring dengan cepat Faradiba dan oknum-oknum lain yang turut membantunya. Siapapun yang diduga terlibat harus dihukum, jangan dilindungi. Dan berharap polisi bisa transparan juga ke public. Karena ini uang milik nasabah. (*)

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
Balasan Untuk: Pembobolan BNI 46 & Tuntutan ke polisi
Informasi Anda: