Menunggu Tersangka Baru

Homepage Forum Visi Menunggu Tersangka Baru

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #7813 Reply
    Siwalimanews
    Keymaster

    Sudah enam tersangka ditetapkan dalam kasus pembobolan BNI 46 Ambon oleh Ditreskrimsus Polda Maluku. Lima dari internal BNI dan satunya dari luar BNI Ambon.

    Dari internal BNI yang dijerat adalah Wakil Pimpinan Pemasaran BNI Ambon Faradiba Yusuf, mantan Kepala KCP BNI Tual dan Kepala KCP Unpatti Chris Rumahlewang, mantan Kepala KCP Dobo Yosep Maitimu, mantan KCP BNI Masohi Marice Muskitta, dan mantan Kepala Kantor Cabang Pembantu BNI Mardika Cello. Satunya lagi Soraya Pellu. Ia merupakan kakak angkat Faradiba. Keenam tersangka kini ditahan di Rutan Polda Maluku.

    Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) para tersangka sudah masuk ke Kejati Maluku.  Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 49 ayat (1) dan  ayat (2) UU Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 10 tahun 1998, serta pasal 3, 4 dan 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

    Lalu pertanyaannya apakah hanya enam tersangka yang bertanggung jawab dalam kasus pembobolan BNI 46 Ambon?. Polda Maluku menegaskan, pengembangan penyidikan masih dilakukan, sehingga tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

    Memang penyidikan kasus pembobolan BNI 46 tak bisa berhenti sampai pada keenam tersangka. Masih ada pihak lain yang harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Sebut saja pengawas atau auditor BNI. Jika pengawasan atau audit dilakukan rutin, lalu mengapa kejahatan yang dilakukan Faradiba tidak diketahui? Sehingga uang nasabah mencapai Rp 58,9 miliar berhasil dijarah.

    Pihak lain yang diduga terlibat adalah Danny Nirahua. Ia adalah suami Faradiba. Dalam pengusutan penyidik Ditreskrimsus mengungkap 9 rekening di BNI yang digunakan Faradiba untuk menampung uang nasabah yang dijarah. Dari 9 rekening itu, 8 diantaranya atas nama Danny. Satunya lagi atas nama Soraya Pellu.

    Delapan rekening atas nama Danny masing-masing; 3 rekening di KCP AY Patty, 3 di KCP Mardika dan 2 lagi di BNI Cabang Utama Ambon atas Kantor Advokat Danny Nirahua. Anehnya, Soraya Pellu yang hanya memiliki satu rekening penampung sudah dijerat penyidik. Sementara Danny yang memiliki 8 rekening penampung dibiarkan bebas.

    Selain 8 rekening penampung, Danny juga menikmati sejumlah mobil mewah yang diduga dibeli oleh Faradiba. Misalnya, Alphard seri G bernomor polisi AD 8686 OP, Mitshubisi Pajero Sport tahun 2018 nomor polisi DE 5 NF dan Honda HRV tahun 2019 nomor polisi DE 12 MP. Ketiga unit mobil itu telah disita dan diamankan di halaman Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku.  Ada apa dengan Ditreskrimsus Polda Maluku, sehingga Danny belum dijerat? Karena itu, wajar saja kalau berbagai kalangan menilai,  Danny Nirahua menjadi anak emas Ditreskrimsus Polda Maluku.

    Ditreskrimsus Polda Maluku harus benar-benar menerapkan asas equality before the law. Semua sama di mata hukum. Jangan ada diskriminasi.

    Kasus pemboboloan BNI Ambon sudah menjadi rahasia umum, dan siapa Danny Nirahua dan perannya sudah terurai di publik. Begitupun dengan auditor atau pengawas. Karena itu, Ditreskrimsus Polda Maluku harus transparan.  Publik menunggu gebrakan Ditreskrimsus Polda Maluku untuk  menjerat lagi tersangka baru. Jangan ada yang dilindungi. (*)

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
Balasan Untuk: Menunggu Tersangka Baru
Informasi Anda: