Hukuman Berat bagi Polisi Narkoba

Homepage Forum Visi Hukuman Berat bagi Polisi Narkoba

  • This topic is empty.
Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #12029 Reply
    Siwalimanews
    Keymaster

    Institusi Polri kembali tercoreng. Tiga anggota Polda Makuku diciduk saat pesta narkoba. Asrama Ditsabhara Polda Maluku yang berlokasi di Tantui, Ambon menjadi tempat pesta barang haram itu pada Minggu, 12 Januari 2019 dini hari.

    Selain tiga anggota Polda Maluku, dua warga sipil juga turut ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Tiga oknum anggota polisi yang ditangkap itu adalah Bripka Ilham Lembang alias Ilo (35), Brigpol Eivander Alias Evan (32) dan Brigpol Afrizal  Masaoi alias Af (31). Sedangkan dua warga sipil, yakni Semmy Uneputy alias Semmy (45), warga Gang Dasilva dan Herlina alias Lina (30), warga Tantui, Kota Ambon.

    Dari hasil penggeledahan, anggota Satresnarkoba mengamankan barang bukti berupa satu set alat hisab sabu, tiga plastik bening ukuran kecil, satu korek api gas, lima unit handphone dan satu paket sabu ukuran kecil yang dibungkus dalam dos rokok. Mereka kemudian digelandang beserta dengan barang bukti ke Polresta Pulau Ambon.

    Pesta sabu-sabu ketiga anggota polisi dan dua warga sipil itu terungkap, setelah anggota Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease mendapatkan informasi dari informan, kalau seseorang sementara menuju Desa Tulehu, Kecamatan

    Salahutu, Kabupaten Malteng pada Minggu 12 Januari malam sekitar pukul 19.00 WIT untuk mengambil pesanan sabu dari Desa Kailolo, Kecamatan Haruku, Kabupaten Malteng. Ternyata ciri-ciri seseorang yang disebutkan informan itu adalah target yang sudah lama diincar yakni Semmy Uneputty.

    Kapolda Irjen Royke Lumowa bereaksi keras atas penangkapan tiga anggotanya. Ia menegaskan, tidak ada ampun bagi anggota polisi yang terlibat narkoba. Dirinya menegaskan, kerap mengingatkan anggota untuk tidak main-main dengan narkotika. Namun kalau sudah tertangkap, pasti dipecat.

    Kita memberikan apresiasi atas sikap tegas kapolda. Kita berharap penyidik polisi, jaksa dan hakim juga konsisten menegakan hukum. Sebab fakta membuktikan, banyak anggota polisi yang terlibat narkoba divonis ringan. Dituntut  ringan, divonis malah lebih ringan oleh majelis hakim. Ironisnya, terhadap masyarakat yang terlibat narkoba penerapan pasal cukup berat, dan dihukum pun tidak main-main.

    Sebut saja anggota Biro Ops Polda Maluku,  Bripka  Dace J Paays yang hanya divonis 9 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon. Jaksa juga menuntutnya hanya 1, 6 tahun penjara.  Ada lagi,  Michael Ferdinandus dan Ritwan Liemena .Dua oknum anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease ini, hanya dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara. Vonis majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang menuntut keduanya selama 2 tahun penjara. Ada banyak anggota polisi lagi yang divonis ringan, bahkan bebas oleh hakim.

    Ini wajah penegakan hukum yang tidak adil. Oknum-oknum anggota polisi yang terlibat narkoba harusnya dihukum berat, sehingga ada efek jera. Penyidik polisi, jaksa dan hakim harus profesional dalam menerapkan hukuman kepada oknum anggota kepolisian. Jangan karena main mata, lalu hukuman mereka diringankan.

    Kedepan pimpinan Polda Maluku harus memantau anggotanya  dan  lebih  menanamkan sikap  taat  pada  hukum  yang  lebih  tinggi  agar  anggotanya  bisa  terhindar  dari  tindak pidana penyalahgunaan narkotika, seperti halnya tes urin.

    Bagi  aparat  yang  berwenang  mengadili  dalam  pelanggaran  kode  etik  yang  dilakukan oleh  anggota  polisi , seharusnya  lebih  tegas  dalam  menindak  polisi  yang  terjerat  kasus narkotika  dengan  sesegera  mungkin  melakukan  proses  penegakan  kode  etik  yang terbukti melakukan tindak pidana haruslah diperberat. (*)

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
Balasan Untuk: Hukuman Berat bagi Polisi Narkoba
Informasi Anda: