Faradiba CS Dicecar, Sebut Nama Dionne

AMBON, Siwalimanews – Faradiba Yusuf dan empat tersangka lainnya kembali diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, Selasa (12/11) dalam kasus pembobolan BNI 46 Ambon.

Aktor utama pembobolan uang nasabah Rp 58,9 miliar ini mendatangi Kantor Ditreskirmsus Polda Maluku, Mangga Dua sekitar pukul 11.30 WIT. Ia didampingi pengacaranya, Marnex Ferisom Salmon.

Tiba di kantor Ditreskrimsus, Fara­diba langsung digiring ke ruang Subdit IV Tipidter. Faradiba yang mengenakan kaos putih lengan panjang dan keru­dung biru muda itu tampak santai menuju ruang penyidik.

Pemeriksaan Faradiba merupakan lanjutan pemeriksaan yang sudah dilakukan sejak Sabtu (9/11).

“Seharusnya pemeriksaan lanjutan kemarin,  tetapi karena ada ahli jadi diperiksa lanjut hari ini,” kata Sal­mon kepada wartawan.

Selain Faradiba, kakak angkatnya Soraya Pellu juga diperiksa. Ia tiba beberapa menit setelah Faradiba. Soraya juga menjalani pemeriksaan di subdit yang sama.

Sementara tiga mantan Kepala KCP BNI Tual dan Kepala KCP Unpatti Chris Rumahlewang, mantan KCP BNI Masohi Marice Muskitta, dan mantan Kepala KCP BNI Mar­dika Cello diperiksa lebih awal.

Mereka  diperiksa pukul 10.00 WIT. Rumahlewang menjalani peme­riksaan di ruang Subdit Indag, didampingi penasehat hukum Firel Sahetapy, Marice Muskitta juga di ruang Subdit Indag didampingi penasehat hukum, Gerson Haurissa. Sedangkan Cello diperiksa di rua­ngan Subdit I Cyber Crime, didam­pingi penasehat hukum Yappi Seipalla.

Pemeriksaan para tersangka dila­ku­kan untuk melengkapi berkas me­reka sebelum dilakukan tahap I. “Ini untuk kepentingan pemberkasan,” kata sumber di Ditreskrimsus Polda Maluku.

Hingga pukul 22.00 WIT para ter­sangka masih menjalani pemerik­saan. “Iya masih jalan,” ujarnya.

Sebut Nama Dionne

Faradiba mulai “bernyanyi”. Ke­pada penyidik, ia menyebut keterli­batan mantan Kepala Cabang Utama BNI Ambon, Dionne Limmon.

“Faradiba sudah  buka ke penyi­dik soal keterlibatan Dionne pada awal pemeriksaan, kita akan me­ngejarnya,” kata sumber di Ditres­krimsus Polda Maluku.

Menurut Faradiba, sebagai wakil pimpinan pemasaran ia tidak me­miliki otoritas untuk menarik uang hingga Rp. 58,9 miliar.  Setiap jenjang mempunyai kewenangan. Teller punya kewenangan Rp. 25 juta. Sedangkan Rp 1 miliar ke atas adalah kewenangan pimpinan di atasnya.

“Faradiba mengaku kalau punya satu buku warnanya kuning. Dalam buku itu tercatat bukti kejahatan di BNI. Nanti kita kembangkan lagi, sebab menurut dia bukunya ada di atas meja kerjanya,” ujar sumber itu.

Selain itu, Faradiba mengaku, pembobolan dana di BNI mudah dilakukan, karena, sistim di BNI rapuh. “Sistimnya rapuh. Bisa dibobol sampai 1 triliun, karena sistim yang rapuh,” kata sumber itu.

Bakal Diperiksa

Seperti diberitakan, mantan Ke­pala BNI 46 Utama Ambon, Dionne Limmon juga bakal diperiksa pe­nyidik Ditreskirmsus Polda Maluku.

Saat menjabat Kepala BNI Ambon, Dionne tahu banyak, termasuk ke­ja­hatan yang dilakukan oleh Fara­diba. “Mantan Kepala BNI akan juga dipanggil. Keterangannya dibutuh­kan untuk kepentingan penyidikan. Sebagai pemimpinan kan dia pasti tahu banyak hal,” kata sumber di Polda Maluku, kepada Siwalima, Selasa (5/11).

Aksi kejahatan yang dilakukan Faradiba diduga sejak tahun 2017. Dionne baru dimutasikan pada Juni 2019 lalu ke BNI Bekasi, Jawa Barat.

Dia baru beberapa bulan dipin­dah­kan, jadi dia tahulah apa yang ter­jadi di BNI Ambon selama ia me­mimpin,” ujar sumber itu, yang me­minta namanya tak dipublikasi­kan.

Soal tempat pemeriksaan, kata dia, akan diputuskan oleh penyidik, apa­kah di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku atau di luar.  “Apakah di Am­bon, Bekasi, atau di mana loka­sinya, nanti akan dilihat oleh penyi­dik, ini kan soal teknis saja,” katanya.

Sumber itu juga menambahkan, kapan Dionne akan dipanggil juga akan diagendakan oleh penyidik. “Penyidik kan lebih tahu waktunya kapan,” tandasnya.

Dekat dengan Faradiba

Selama memimpin BNI 46 Ambon, Dionne Limmon punya hubungan yang dekat dengan Faradiba Yusuf.

Setiap kegiatan yang melibatkan BNI Ambon, Dionne selalu hadir bersama Faradiba.

“Oh iya hubungan keduanya dekat, setiap kali ada kegiatan atau mengundang untuk BNI, Dionne dan Fara selalu hadir. Pokoknya ada Dionne, ada juga  Fara,” ujar salah satu pegawai BNI 46 Ambon, kepada Siwalima, Selasa (5/11).

Pegawai yang meminta namanya tak dikorankan itu mengatakan, kedekatan Dionne dengan Faradiba yang menjabat pimpinan bagian pemasaran sudah menjadi rahasia umum di BNI Ambon. “Semua tahulah, keduanya dekat,” katanya.

Ditanya apakah selama ini Dionne tahu kejahatan yang dilakukan Faradiba, pegawai tersebut enggan berkomentar. “Maaf saya tidak mau berko­mentar. Kasusnya kan sudah di polisi,” tandasnya.

Sementara Dionne Limmon yang dikonfirmasi, enggan mengangkat  telepon. Setelah pesan whatsapp di­kirim, ia mengaku sementara me­ngikuti rapat. “Non, saya lagi rapat. Saya lagi presentasi non,” tulisnya

Sementara Direktur Reskrimsus Kombes Firman Nainggolan yang dikonfirmasi tidak menjawab tele­pon. Sedangkan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat mengaku, tidak mendapat informasi soal pemeriksaan Faradiba Cs.

“Saya juga tidak dapat informasi,” ujarnya. (S-27)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *