AMBON, Siwalimanews – Sudah empat tahun Pasar Air Kuning yang dibangun Pemerintah Kota Ambon di Wara, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon terbengkalai.

Bangunan yang di­kerjakan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (D­AK) tahun 2017 ber­nilai miliar rupiah kini sudah rusak, dan ditumbuhi ilalang

Pantauan Siwa­lima, Sabtu (4/12) kondisi sebagian ba­ngunan Pasar tradi­sional milik Pemerintah Kota Ambon ini sudah rusak, dan pada bagian muka, samping dan belakang ge­dung tersebut ditumbuhi ilalang.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafri Taihuttu menilai. Pembangunan pasar yang tidak difungsikan dan dibiarkan terbengkalai hingga kini adalah bagian dari buang-buang anggaran.

Taihuttu menilai pembangunan pasar Air Kuning tidak dilakukan tidak dengan perencanaan yang matang, maka hasilnya seperti ini.

Baca Juga: Loppies Janji Backup Disperindag Revitalisasi Pasar

“Sudah di bangun tetapi tidak ada aktivitas jual beli disana karena tempatnya tidak strategis,” kata Taihuttu  kepada Siwalima, Sabtu (4/12).

Bukan saja pasar Air Kuning, katanya tetapi juga Pasar Hutumuri yang dibangun Pemkot Ambon pada lokasi yang tidak strategis tetapi di tempat kuburan dan hanya buang-buang anggaran karena tidak difungsikan.

Menurutnya, pemkot Ambon dalam melakukan suatu kegiatan bagi masyarakat guna membangun pertumbuhan ekonomi, maka seharusnya dilakukan perencanaan yang matang.

“Kalau dibangun pasar seharusnya ada aktifitas jual beli yang dilakukan sehingga berlangsung dinamika ekonomi, jangan bangun pasar yang tentunya tidak ada dinamika ekonomi,”ucapnya.

Kata dia, Pemkot Ambon harusnya memilih lokasi yang strategis agar ada aktivitas jual beli.

“Bangunan sudah siap namun tidak ada penghuni penjual tidak berminat ada dilokasi pasar tersebut, seharusnya di pilih tempat yang strategis. Coba kalau dibangun seperti di Waiheru, selesai dibangun banyak penjual yang datang dan ada transaksi jual beli yang dilakukan. Karena Lokasi pasarnya strategis dan pusat dinamika ada antara pembeli dan penjual sama -sama saling menguntungkan,” kata Taihuttu.

Taihuttu mengaku, pihaknya telah meninjau lokasi pasar tersebut dan telah menyampaikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) realitas yang terjadi, namun belum juga direspon. “Kita sudah lama mela­-kukan koordinasi dengan Dispe­rindag untuk mengaktifkan pasar tersebut, namun belum juga respon dari mereka,”pungkasnya. (S-51)