AMBON, Siwalimanews – Corona masuk DPRD Maluku, salah satu anggota dewan dan pegawai ikut terpapar. Lembaga wakil rakyat ini mengambil langkah cepat dengan melakukan tes swab terhadap empat pegawai pada bagian sekretariat.

Tes swab dilakukan oleh Dinas Kesehatan Maluku, Selasa (4/8). Keempat pegawai ini merupakan hasil tracing yang diketahui pernah kontak langsung dengan salah satu pegawai sekretariat, yang terpapar Covid-19.

Sekretaris DPRD Provinsi Ma­luku, Bodewin Wattimena menje­laskan,  salah satu staf sekretariat yang terpapar pada beberapa waktu lalu telah dilakukan tracing, dan hasilnya ada 4 pegawai yang harus menjalani swab.

“Jadi ada empat pegawai yang hari ini menjalani tes swab di Dinas Ke­sehatan Maluku,” jelas  Watti­me­na dalam keterangan persnya ke­pada wartawan di Baileo Rakyat Ka­rang Panjang Ambon, Selasa (4/8).

Sementara  terkait dengan pem­beritaan pada semua media massa yang menyatakan pegawai dan anggota DPRD Provinsi Ma­luku terpapar corona, kata Watti­mena, informasi tersebut benar ada­nya, bahwa satu pegawai sek­retariat dan satu anggota DPRD terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk satu anggota DPRD yang ikut terpapar, kata Wattimena, pihaknya telah menyurati Dinas Kesehatan Maluku minta dilaku­kan tracing terhadap pegawai dan anggota DPRD yang ada.

Berdasarkan permintaan terse­but, lanjut dia, maka dalam waktu dekat ini tim Dinas Kesehatan akan melakukan tracing, dengan tujuan untuk mencari tahu orang-orang yang melakukan kontak secara langsung dengan anggota DPRD yang terpapar. “Jadi untuk tracing, kalau hari (kemarin-red) ini tidak jadi, mu­ngkin besok pasti akan dila­kukan oleh tim Dinkes,” ujarnya.

Menurutnya, untuk proses tracing secara khusus bagi anggota DPRD, nantinya dilakukan terha­dap seluruh pimpinan dan anggota maupun pe­gawai sekertariat, sehingga apabila dari hasil tracing ternyata ada yang melakukan kontak langsung, maka akan dila­kukan swab.

“Kita tidak bisa menduga-duga bahwa kantor ini semuanya harus diswab atau kantor  ini ditutup, kami belum bisa menduga-duga seperti itu,” ucapnya.

Ia mengaku, dugaan kuat ang­gota yang terpapar berawal dari adanya salah satu pegawai pada Kantor Gubernur yang terkonfir­masi positif, yang mana istrinya juga pegawai pada Sekretariat DPRD.

Ketika staf sekretariat DPRD itu sementara mendampingi Pansus di Jakarta, barulah diketahui jika suaminya dinyatakan positif covid-19, sehingga atas informasi itu, pegawai dimaksud diminta untuk tidak boleh masuk kantor setelah kembali dari Jakarta.

“Beberapa waktu pegawai ini jalani swab dan dinyatakan positif. Kebetulan ketua pansus adalah anggota yang terpapar hari ini, beliau kontak dengan pegawai tadi, karena mereka melakukan perja­lanan ke Jakarta, jadi bukan akibat dari perjalanan,” bebernya.

Sekembalinya dari Jakarta, be­berapa hari kemarin tambah Watti­mena, ketika anggota DPRD hen­dak melakukan perjalanan ke kabupa­ten/kota, maka dilakukan ra­pid test dan hasilnya satu ang­gota dinyata­kan reaktif kemudian dilanjutkan swab hasilnyapun positif. (Cr-2)