Ekspos Korupsi Dana Pastori Waai Harus Dipercepat

AMBON, Siwalimanews – Kejati Maluku diminta memperce­pat ekspos kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan pastori Pastori IV Jemaat GPM Waai, di Ke­camatan Salahutu, Kabupaten Ma­luku Tengah Tahun 2017.

Bukti dugaan korupsi sudah dikan­tongi. Karena itu, ekspos harus diper­cepat sehingga  penanganan ka­sus yang diduga melibatkan ang­gota DPRD Maluku, Wellem Z. Wattimena ini bisa juga cepat tuntas.

“Kejati harus mempercepat ge­lar perkara di kasus dugaan ko­rupsi dana pembangunan Pastori Waai, sehingga progres pena­nga­nan kasus ini juga bisa diketahui publik,” tandas Praktisi Hukum Mar­nex F. Salmon kepada Siwa­lima, Sabtu (28/9).

Menurutnya, penting dilaku­kan ekspos untuk mengetahui se­cara pasti, siapa saja yang didu­ga terlibat.

“Ekspos di kasus ini penting, sehingga publik juga bisa me­nge­tahu secara jelas pihak-pihak mana saja yang diduga terlibat,” kata Salmon.

Koordinator Garda Muda Palapa meminta Kejati Maluku, tidak ber­lama-lama menggelar ekspos kasus dugaan korupsi dana pembangunan pastori Waai. Apalagi bukti sudah dikantongi.

“Kami minta agar ekspos kasus dana pembangunan pastori Waai segera dilaksanakan, bukti-bukti dan keterangan saksi kan sudah dilaksanakan, tunggu apa lagi,” tandasnya.   

Akan Gelar Ekspos

Seperti diberitakan, tim Kejati Ma­luku akan menggelar ekspos untuk menentukan kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, apakah akan diteruskan ke tahap penyeli­dikan atau belum.

Jaksa sudah memeriksa sekitar 7 orang saksi termasuk, anggota DPRD Maluku Wellem Z. Wattimena. Hasil pemeriksaan itu, sementara dirampungkan.

“Hasil permintaan keterangan se­jumlah pihak di kasus dugaan korup­si dana Pastori Waai sementara diram­pungkan tim penyelidik,” kata Asisten intelijen Kejati Maluku, Muhammad Iwa Pribawa kepada Siwalima, Rabu (25/9).

Setelah selesai dirampungkan, kata Pribawa, selanjutnya akan dila­kukan ekspos untuk menentukan arah kasus ini kedepan.

“Masih dirampungkan hasil per­mintaan keterangan sejumlah pihak, kalau sudah selesai akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan arah kasus dana Pastori Waai kede­pan,” ujarnya.

Ia memastikan, kasus dugaan korupsi dana pembangunan Pastori Waai diusut tuntas. “Kasusnya masih jalan dan bisa dipastikan akan tuntas,” tandas Pribawa.

Dibidik Jaksa

Dana bantuan pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai berasal dari hibah Pemprov Maluku tahun 2017 sebesar Rp 900 juta.

Anggaran tersebut dicairkan oleh anggota DPRD Maluku, Wellem Z. Wattimena sebagai bagian dari jatah dana aspirasinya.

Setelah dicairkan, anggota Fraksi Demokrat ini tak memberikan dana tersebut ke panitia pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai. Namun diduga ia menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Setelah diperiksa tim intelijen, Wellem memberikan Rp 600 juta ke­pada panitia pembangunan pastori. Namun sisa Rp 300 juta, hingga kini belum diberikan.

“Jadi awalnya anggaran untuk per­untukan pembangunan rumah dinas Pastori IV GPM Waai Rp 900 juta. Tetapi saat mintai keterangan pada minggu lalu, WW telah me­ngem­balikan dana sebesar Rp 600 juta, se­dangkan sisannya Rp 300 juta belum dikembalikan,” ungkap sumber itu.

Wellem Bungkam

Wellem Wattimena sudah pernah dikonfirmasi soal korupsi dana pem­bangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, 7, yang diduga melibatkan­nya.  Namun Wakil Ketua Fraksi Par­tai Demokrat ini, enggan berkomen­tar.

“Kalau masalah ini, saya tidak mau berkomentar, beta no comment,” tandas Wellem, kepada Siwalima, Senin (29/7), sambil mematikan telepon genggamnya.

Beberapa kali dihubungi kembali, namun ia enggan mengangkat telepon. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *