Ekonomi Tumbuh, Gubernur Harap Kemiskinan Turun

AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Murad Ismail, berha­rap dengan bertumbuhnya secara positif ekonomi Provinsi Maluku, dapat menu­run­kan angka kemiskinan. Jumlah pen­duduk miskin di Maluku pada bulan September 2018 sebanyak 317,84 ribu jiwa atau 17,85 persen. Dan jika dibandingkan Maret 2018 jumlah penduduk miskin mengalami penu­runan sebanyak 2,2 ribu jiwa atau turun sebesar 0,27 poin.

Dalam sambutannya yang diba­ca­kan, Sekretaris Daerah Maluku, Kas­rul Selang, Gubernur menga­takan perkembangan pereko­no­mian Ma­luku pada triwulan kedua tahun 2019 tumbuh positif sebesar 6,09 persen. Angka tersebut, me­ngalami sedikit perlambatan di­bandingkan dengan triwulan ke­satu 2019 yang tumbuh sebesar 6,32 persen.

“Namun, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan ke II 2019 masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,05 persen,” kata Gu­bernur dalam sambutannya pada acara diseminasi laporan perekono­mian Provinsi (LPP) edisi Agustus 2019 dan Kajian Fiskal Regional serta Diskusi Publik Industri Jasa Ke­uangan (IJK) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Selasa (24/9) di Hotel Santika.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh beberapa sektor lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain pertanian, perikanan per­dagangan dan serta industri peng­olahan, sehingga perlu ditingkatkan pertumbuhannya.

“Oleh sebab itu, target RPJMD Provinsi Maluku, sampai dengan akhir tahun 2019, diharapkan pertum­buhan ekonomi bisa mencapai kisar­an 6,02- 6,38 persen,” ungkap guber­nur.

Selain pertumbuhan ekonomi, sesuai laporan BI Perwakilan Malu­ku, inflasi Maluku pada triwulan kedua 2019 sebesar 4,10 persen. Angka ini meningkat dibandingkan triwulan kesatu 2019 yang tercatat inflasi sebesar 3,74 persen.

Meningkatnya inflasi pada tri­wulan kedua terutama dipengaruhi oleh inflasi kelompok makanan jadi, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan dan inflasi kelompok sandang,  sehingga diperkirakan pada triwulan ke tiga inflasi Maluku akan meningkat.

“Pada kesempatan ini, saya ingat­kan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi dan kabupaten/kota agar terus meningkatkan koor­dinasi, agar inflasi Maluku dapat terjaga sesuai strategi pengendalian inflasi di Maluku, yang difokuskan pada konsep kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersedia­an Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif,” harap gubernur.

Disebutkan, dalam rangka mening­katkan perekonomian Maluku, maka pembangunan ekonomi daerah akan difokuskan pada pengembangan 3 sektor unggulan yakni, perikanan, pariwisata dan pertanian.

“Peningkatan sektor unggulan pertanian dan perikanan akan diba­rengi dengan peningkatan nilai tam­bah produk, industri pengolahan serta peningkatan SDM yang ung­gul dan terampil,” beber  gubernur.

Untuk itu, dalam upaya mening­kat­kan perekonomian daerah, peme­rintah daerah akan terus mendorong peningkatan ekspor daerah terutama ekspor non migas antara lain peri­kanan, perkebunan dan hasil hutan non kayu.

“Kita juga terus berupaya untuk memberikan kemudahan bagi ke­giatan investasi di Maluku untuk menggerakkan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Meski demikian, tambah  guber­nur, investasi yang diharapkan ten­tunya tetap mengedepankan penge­lolaan sumber daya alam yang ra­mah lingkungan dan berkelanjutan bagi kelestarian Maluku sebagai wilayah berciri kepulauan, serta peningkatan kesejahteraan masya­rakat di Provinsi Maluku. (S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *