Dua Terdakwa Pencuri Dituntut 3,6 Tahun Penjara

AMBON, Siwalimanews – Terdakwa Bahroji N. Chabib alias Roji (22) dan Muhamad Jupri Polanunu alias Jupri (22), dituntut, 3 tahun 6 bulan oleh JPU Kejak­saan Negeri Ambon, Lilia Heluth dalam persidangan yang digelar, Rabu (9/10).

Dua pemuda yang bermukim di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah ini, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan sebagaiman diatur dalam Pasal 363 ayat (2) KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menjatuhi hukuman kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan,” ucap JPU saat membacakan tuntutan para terrdakwa.

Sidang pembacaan tuntutan dipimpin majelis hakim yang diketuai, Feliks Rony Wuisan didampingi Jenny Tulak dan Syamsudin La Hasan selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Rivian Solissa.

Dalam tuntutannya JPU meng­urai­kan hal yang memberatkan dan meringankan bagi kedua terdakwa. Yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa melanggar hukum dan mengakibatkan korban, Sarip Usemahu alias Sarip mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Sementara yang meringankan, kedua terdakwa berlaku sopan selama persidangan, mengaku perbuatan mereka dan belum pernah dihukum.

JPU dalam tuntutannya menjelaskan, tindak pidana yang dilakukan kedua terdakwa terjadi pada 14 Juni 2019 sekitar pukul 21.30 Wit, tepatnya di rumah korban Sarip Usemahu alias Sarip, di Dusun Tantui, Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Malteng.

Awalnya,  korban sedang berada ditempat tugas di Namlea, Kabupaten Buru kemudian dihubungi saudara­nya Muhammad Tuharea alias Mako, melalui selulernya dan memberitahu­kan bahwa terjadi pencurian di rumahnya.

Saat itu korban kembali menghu­bungi saudaranya Rustan Tuharea untuk mengecek kepastian kabar tersebut. Ketika dicek ternyata benar telah terjadi pencurian barang milik korban, berupa satu unit TV 42 inch merk Samsung dan sejumlah barang berharga miliknya.

Aksi pencurian yang dilakukan kedua terdakwa dengan cara membongkar paksa jendela rumah milik korban.

Setelah itu korban lantas menyuruh saudaranya untuk melaporkan, kasus pencurian ke pihak Kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selang beberapa jam kemudian, polisi langsung bergerak untuk mengamankan kedua terdakwa.

Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga, Rabu (16/10) dengan agenda pembelaan. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *