AMBON, Siwalimanews – Dua Pegawai Balai POM Ambon dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil Swab PCR. Diketahuinya kedua pegawai ini positif Covid-19, setelah pihak BPOM melakukan uji swab kepada seluruh pegawainya.

Kepala Balai POM Ambon Hariani yang dikonfirmasi Siwalimanews mengakui, ada dua pegawainya yang positif terpapar Covid-19 sesuai hasil swab PCR, namun kedua orang ini bukanlah petugas pada Lab Bio Molekuler.

Dijelaskan, sejak 2 Juli 2020, Lab Bio Molekuler Balai POM Ambon menguji mandiri sampel swab covid-19 dan hingga Senin (27/7) lab ini telah menguji sebanyak 905 sampel uji yang telah dikirim oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, baik sampel yang berasal dari Kota Ambon maupun dari kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

“Jumlah petugas yang terlibat langsung sementara ini sebanyak 11 orang yang terdiri dari 9 penguji dan 2 petugas desinfeksi,” ungkap Hariani dalam rilisnya yang diterima Redaksi Siwalimanews, Selasa (28/7).

Sesuai protap secara berkala terhadap petugas penguji kata Hariani, harus dilakukan pemantauan minimal sebulan sekali dengan  melakukan swab. Dengan difasilitasi Dinkes Porvinsi Maluku telah dilakukan swab dan diuji mandiri oleh balai dan hasil uji sampel swab terhadap 11 petugas penguji di lab ini semua negatif.

Baca Juga: Pasien Positif Covid di Maluku Bertambah Jadi 1.016 Orang

Namun, untuk memberikan kepastian bahwa seluruh pegawai dalam keadaan sehat dan tidak terjadi  penyebaran Covid-19, maka pada kesempatan itu, pihaknya minta untuk melakukan uji swab bagi beberapa pegawai yang saat itu kurang sehat (merasa tidak enak badan dan flu), dari hasil swab tersebut diperoleh dua orang yang positif Covid-19.

“Untuk memutus rantai penyebaran, sudah dilakukan tracing ke seluruh pegawai dan seluruh keluarga yang kontak erat, beberapa diantaranya positif dan sudah ditangani,” ujarnya.

Menurutnya, semua prosedur keamanan yang ketat untuk pengujian laboratorium pathogen virus Covid-19 (BSL-2) telah dilakukan oleh BPOM Ambon, yang dibuktikan bahwa semua penguji Covid-19 dinyatakan negatif.

Akan tetapi, kasus konfirmasi yang ditemukan pada sejumlah pegawai umumnya tanpa gejala (asimptomatis), belum diketahui sumber penyebaran, namun melihat data penyebaran diduga sumber inveksi dari luar Kantor Balai POM.

“Tindakan yang sudah diambil adalah dengan melakukan desinfeksi menyeluruh dan frekuensi disinfeksi kantor akan diperbanyak yaitu sekali seminggu. Sejak pandemi pegawai hanya masuk 50%, jadi 50% work from home. Kita semua harus semakin meningkatkan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan dan mengurangi kontak langsung/kontak fisik dengan orang lain,” tuturnya.

Hariani juga menambahkan, bahwa perlu dilakukan tracing dan uji swab bagi masyarakat secara luas, karena saat ini kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatis) banyak dijumpai di masyarakat dan hal itu semua orang tidak menyadarinya.

Dalam interprestasi hasil uji Covid-19 adalah,  hasil uji secara PCR dengan mengamplifikasi gen target. Gen target yang dideteksi adalah gen ORF1ab (open reading frame), gen N (nucleocapside) dan gen E (envelope). Sampel dinyatakan positif bila nilai CT (cycle threshold) < 41 untuk gen target ORF1ab yang diikuti oleh salah satu atau kedua gen N dan gen E”.

“Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat umum dan kita semua tetap disiplin menerapkan 3D, yaitu disiplin gunakan masker, disiplin jaga jarak serta disiplin cuci tangan dengan sabun pada air mengalir,” himbaunya. (Mg-5)