AMBON, Siwalimanews – Kasus positif Covid-19 di Maluku terus meningkat. Sampai dengan Selasa (19/5), tambah lagi dua kasus baru yang disumbangkan dari Kota Ambon. Maka jumlah kasus yang terkonfirmasi positif di Maluku mencapai 118 orang.

Dua kasus baru di­sumbangkan dari Kota Ambon itu yakni pasien berjenis kelamin perem­puan dengan inisial SF (19), dan perempuan de­ngan inisial RW (almar­humah) umur 60 tahun.

“Jadi hari ini ada pe­nambahan dua kasus baru yakni inisial SF dan RW. RW ini sudah meni­nggal. Tapi hasil uji swab dengan metode Polyme­rase Chain Reaction (PCR) baru saja keluar dan hasilnya RW positif Corona,” beber Karo Humas dan Protokol Setda Pro­vinsi Maluku, Melky Lohy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (19/5).

Dikatakan, pasien dengan inisial SF saat ini tengah menjalani pera­watan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku. Sedangkan RW sudah meninggal dunia pada Sabtu (16/5) lalu di Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon sektiar pukul 16.00 WIT.

Lohy menjelaskan, untuk RW awalnya yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

Almarhumah masuk ke RS Sumber hidup dengan keluhan demam, sesak napas dan kondisi yang lemas. Karena keluhan sakitnya menjurus ke Covid-19, maka dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, namun yang bersangkutan keburu meninggal dunia dalam perawatan.

“Hasil swabnya baru keluar, almarhumah dinyatakan positif rapid test,” ungkap Lohy.

Setelah mengetahui hasil swab RW positif, Gugus Tugas Kota Ambon langsung melakukan tracking kepada orang-orang dekat almarhumah.

“Tracking sudah dilakukan oleh Gugus Tugas Kota Ambon untuk para pasien terkonfirmasi dari Kota Ambon,” ujarnya.

Terkait penomoran dua pasien tersebut, Lohy mengaku Gustu Provinsi belum mendapatkannya karena pihak BTKL-PP hanya memberikan inisial kasus terkonfirmasi dan umur. Sedangkan penomoran dan alamat belum diberikan.

“Penomoran belum diketahui, karena belum diberikan oleh BTKL-PP, mungkin besok kita berharap bisa diserahkan ke gugus tugas,” tandasnya.

Ia menambahkan, dengan dua kasus baru yang disumbangkan Kota Ambon itu, jumlah pasien yang terkonfirmasi sebanyak 118 orang yang terdiri dari 90 dalam perawatan, 7 orang meninggal dunia dan 21 orang dinyatakan sembuh.

Satu PDP Meninggal 

Sebelumnya diberitakan, Ketua Gugus Tugas Maluku, Kasrul Selang yang dikonfirmasi wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (16/5) membenarkannya satu pasien PDP meningga dunia di rumah Sakit Sumber Hidup

“Benar ada seorang PDP yang meninggal berjenis kelamin perempuan di RS Sumber Hidup,” ungkap Kasrul.

Dijelaskan, sebelum dinyatakan meninggal pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Hidup pada Sabtu (16/5) pagi dengan keluhan gejala Covid-19.

“Yang bersangkutan ini statusnya PDP dan dirawat di RS Sumber Hidup tadi pagi sekitar jam 9 dengan keluhan gejala Covid-19, setelah beberapan jam dirawat korban dinyatakan meninggal sore tadi,” jelas Kasrul.

Korban meninggal tersebut selanjutnya akan di makamkan di TPU khusus Covid di Desa Hunuth. Untuk swab yang bersangkutan sudah diambil untuk diuji PCR guna memastikan penyebab pasti apakah korban meninggal karena Covid-19 ataukah bukan.

“Swabnya sudah diambil dan sementara proses pengujian, kalau untuk pemakaman kita lakukan sesuai protokol Covid,” pungkasnya.

ODP dan PDP Menurun

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  di Maluku menurun.

“Sampai dengan Selasa 19 Mei 2020 pukul 12.00 WIT jumlah ODP di Maluku sebanyak 50 orang,” beber Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy

Lohy merincikan jumlah ODP di Kota Ambon sebanyak 49 orang dan kabupaten SBT 1 orang. Sebelumnya pada Senin 18 Mei 2020 pukul 12.00 WIT jumlah  ODP sebanyak 52 orang. Sedangkan jumlah PDP di Maluku sampai dengan Selasa 19 Mei 2020 seba­-nyak 32 orang. Masing-masing di Kota Ambon sebanyak 26 orang, Kabupaten Malteng 4 orang, Kabupaten Buru 1 orang, Kabu­paten Buru Selatan 1 orang. (S-39)