AMBON, Siwalimanews – Penyebab Kematian,  Hiskia Walaun Warga Batu Gantung Ganemo dan Jitro Samen Warga Benteng di atas kapal ikan Thailand di Pelabuhan Maprodin, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, akhirnya terungkap.

Dari hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Bhayangkara, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada kedua jenazah. Keduanya diduga kuat meninggal akibat tersengat listrik saat memperbaiki kapal.

“Hasil visum menyatakan pada tubuh kedua korban tidak ada tanda-tanda kekerasan, kemungkinan mereka meninggal akibat tersengat listrik dari genset kapal saat bekerja. Hal ini dikuatkan dari keterangan para saksi yang mengatakan memang kedua korban sedang perbaiki kapal pada malam hari, sebelum ditemukan tewas,” jelas Kasubbag Humas Poltesta Ambon, Ipda Titan Firmansyah kepada wartawan di Mapolresta Ambon, Selasa (23/6).

Sebelumnya, dua Jenazah berjenis kelamin laki-laki, ditemukan di dalam palka kapal ikan, berbendera Thailand, yang sementara bersandar di Pelabuhan Maprodin, Benteng, Selasa (23/6).

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalimanews disebutkan, kedua jenazah itu pertama kali ditemukan oleh Salim Bilahmar (40). Saat itu saksi yang bekerja tidak jauh dari TKP dan mendatangi kapal milik Perusahaan Thailand tersebut, dengan tujuan untuk memeriksa apakah ada orang atau tidak.

Namun saat masuk kedalam area kapal, saksi dikejutkan dengan adanya dua orang yang tergeletak dibagian palka atas dan bagian palka bawah kapal dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Melihat kejadian tersebut saksi pun langsung bergegas melaporkan kejadian dimaksud kepada kepala security di lokasi itu untuk ditindak lanjuti. Melihat kedua orang tersebut seperti tak bernyawa lagi, maka kejadian itu langsung di laporkan ke Polsek Nusaniwe.

Tak lama kemudian anggota Polsek Nusaniwe bersama Personil Polresta tiba di TKP untuk mengecek secara pasti kejadian tersebut. Tak lama berselang Tim Identifikasi Polresta Ambon tiba di TKP untuk melakukan olah TKP.

Kedua jenazah diketahui adalah Hiskia Walaun (45) yang merupakan Nahkoda Kapal dan Jitro Samen (40) security itu kemudian dievakuasi dari atas kapal oleh warga sekitar dan anggota Polsek Nusaniwe serta Polresta Ambon untuk dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk keperluan visum. (S-45)