BULA, Siwalimanews – Anggota DPRD SBT rame-rame mendesak pemerintah kabupaten untuk mencabut ijin usaha kafe karaoke Dewi yang diduga telah melanggar surat edaran Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas.

Pasalnya dalam Surat Edaran Bupati Nomor  440. 443.2/221 tentang Tindak Lanjut Pencegahan dan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten SBT.

Dimana dalam SE itu jelas, ditegaskan bahwa selama pandemi Covid-19, maka seluruh tempat hiburan di tutup untuk sementara waktu. Namun ternyata SE bupati ini tak digubris oleh Karaoke Dewi, sebab masih beraktifitas.

“Jika pemilik kafe karaoke ini telah langgar SE bupati dan maklumat presiden maupun kapolri, maka sepatutnya pemkab harus mencabut ijin usaha tersebut, sebab sudah tak menaati bupati,” tandas Abd Aziz Keliandan kepada Siwalimanews di gedung DPRD SBT

Anggota DPRD lainnya Abd Litif Suin juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa bupati harus memberi peringatan atau bahkan mencabut ijin usaha karaoke itu, karena sudah melanggar aturan yang dibuat bupati di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Hari Pertama Diterapkan, PKM tak Efektif di Pasar Mardika

“Jika demikian pemilik kafe karaoke ini langgar SE bupati, yah bupati harus cabut ijinnya. Kenapa demikian, karena THM ini dibuka pada musim pandemi, itu menunjukan bahwa pemilik usaha karaoke ini tak mau menaati aturan pemerintah, untuk itu ijinnya harus dicabut,” ucapnya.

Sementara itu dua anggota DPRD lainnya yakni Ismail Rumbalifar dan Alexander Paty, juga berharap Pemkab SBT harus melihat kondisi yang terjadi saat ini, dimana masih ada THM yang dibuka.

“Ini pertanda pemilik kafe karaoke Dewi ini tak miliki niat baik untuk mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah,” cetus mereka.

Oleh sebab itu, jika benar pemilik karaoke ini telah melanggar SE bupati karena membuka usahanya, maka bupati harus mencabut izin tersebut.

Sementara itu, pemilik karaoke Haji Nia yang dikonfirmasi Siwalimanews  terkait aktifitas usahanya yang melanggar SE bupati mengelak bahwa, karaoke yang dikelolanya tidak beroperasi karena masih musim pandemi.

Bahkan mengenai insiden pemukulan terhadap salah satu pekerja wanitanya, ia juga baru mengetahui, bahwa ada pekerjanya yang minum dan sempat terjadi cekcok dan dipukul pacaranya karena minum terlalu berlebihan.

“Kejadian malam itu saya tidak tahu, pagi ini baru saya tahu kalau ada pekerja wanita yang mabuk dan bertengkar, akan tetapi saat ini kafe lagi tutup,” ujarnya. (S-47)