Senen: Pengakuan Ubyaan Hanya Kamuflase

Akui tak Tandatangani SP2D

DOBO, Siwalimanews – Wakil Ketua 1 DPRD Aru, Lanurdin Senen menegaskan, pengakuan Kepala BPKAD, Jacob Ubyaan bahwa ia tidak menandatangani SP2D pada pencairan proyek akhir tahun 2019, yang diketahui ternyata kas daerah kosong, merupakan upaya kamuflase Ubyaan semata.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ubyaan itu merupakan trik dan upaya kamuflase, sebab bagaimana mungkin SP2D yang diturunkan ke Bank Maluku Malut Cabang Dobo, tidak satupun ditanda tangani dirinya.

“Ini kamuflase yang dilakukannya, karena dia (Ubyaan) sendiri tahu bahwa kas daerah sudah kosong, sehingga ia mengaku tidak tanda tangan, ini upaya  kamuflase dan cuci tangan,” tegas  Senen kepada wartawan di Sekretariat DPRD Aru Selasa (14/1).

Dikatakan, kejadian ini jangan-jangan sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, namun tidak terbuka, karena sebelumnya pembayaran proyek diluncurkan tahun berikutnya, dan tingkat penyerapan anggaran tidak sebesar saat ini sehingga hal itu tertutup.

“Dulu ada luncuran dan penyerapan anggaran kecil, tahun 2019 penyerapan anggaran sangat besar dan tidak ada luncuran, sehingga diketahui kas daerah kosong, lalu anggaran itu dikemanakan,” tandasnya.

Dikatakan, dari 265 SP2D dengan total dana yang harus dibayarkan sebesar Rp 27 miliar yang disampaikan ke Bank Maluku Maluku Cabang Dobo, masa tidak satupun yang ditandatangani oleh ubyaan, ini suatu hal yang tidak masuk akal.

Sementara informasi yang dihimpun Siwalimanews bahwa pertanggal 31 Desember 2019, Ubyaan masih menandatangani SP2D.

Ubyaan coba dikonfirmasi Siwalimanews melalui telepon selulernya, mengaku masih mengikuti pertemuan di DPRD dan berjanji selesai rapat barulah dikonfirmasi. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, Ubyaan tidak dapat konfirmasi. (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *