AMBON, Siwalimanews – DPRD Provinsi Maluku meminta, agar alat rapid test yang dipesan oleh pemda diprioritaskan bagi medis dan orang dalam pemantauan (ODP).

Langkah Gubernur Murad Ismail, yang telah memesan alat rapid test sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat disambut baik oleh DPRD Maluku.

“Yah selaku wakil rakyat sekaligus selaku mitra Pemprov Maluku tentu­nya kami menyambut baik langkah yang telah diambil pemda, terkait pembelian alat rapid test,” Jelas Wakil Ketua Komisi III DPRD Ma­luku, Hatta Hehanussa

Kata Hehanussa, langkah Pem­prov Maluku yang telah melakukan pemesanan alat rapid test ini diha­rapkan, agar dengan adanya alat ini maka lebih diperioritaskan dulu kepada ODP dan juga pasien dalam pengawasan (PDP) serta para tenaga medis.

“Intinya kami harapkan agar mereka yang berada dibarisan paling depan. Dan penanganan virus ini harus diprioritaskan agar mereka juga dapat dipantau kesehatannya,” katanya kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (27/3).

Menurutnya, tujuan dari diprio­ritaskan kepada orang yang bersta­tus ODP ataupun PDP, agar supaya dapat dipastikan orang-orang itu semua terkonfirmasi positif, atau atau sebaliknya negatif sehingga se­cepatnya dapat dilakukan langkah-langkah secara medis.

“Hal ini perlu supaya jangan sampai kelompok-kelompok yang sudah dipilah-pilah masyarakat, baik itu RT/RW maupun orang yang di­rumah-rumah ini dapat mengetahui lebih dini kondisi mereka,” ungkap Hatta.

Selain itu juga, dengan adanya alat ini masyarakat secara luas dapat mengetahui secara pasti, jika orang yang ada dilingkungannya sehat, olehnya itu Hehanusa mengharap­kan agar alat ini segera didatangkan.

”Pada prinsipnya sangat mendu­kung apapun kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah dalam rangka untuk meminimalisir maupun menangani covid 19 ini,” te­gasnya. (Mg-4)